Malam itu, Elina masih duduk kaku di sofa karaoke, sementara Mariana terus tertawa dan joget dengan dua pria bertelanjang dada. Musik yang bising membuat kepala Elina pening, apalagi suasana ruangan terasa semakin aneh.“Minum lagi, biar segar,” ujar Mariana sambil menyodorkan gelas pada Elina. Cairannya bening, berkarbonasi, mirip soda biasa.Elina menggeleng cepat. “Aku sudah cukup. Kayaknya aku mau pulang aja, Mar.”Mariana mendengus, lalu mendekat dengan senyum licik. “Ah, jangan kaku gitu. Masa karaokean cuma duduk? Sekali-sekali lepasin beban. Tenang aja, ini cuma soda kok.”Salah satu pria ikut menyodorkan gelas lain. “Iya, kakak cantik. Nggak ada apa-apa kok. Cuma minuman biasa.”Elina menelan ludah. Ia menatap minuman itu ragu, tapi Mariana dengan cepat menekan pergelangan tangannya, mendorong gelas ke bibirnya. “Minum aja. Sedikit, nggak apa-apa.”Akhirnya Elina menyerah, meneguk beberapa kali. Rasanya memang seperti soda, manis dan bersoda, tapi ada sensasi pahit samar yang
Last Updated : 2025-09-27 Read more