Pernikahan Edgar dan Mariana akhirnya terlaksana. Tanpa bantuan sedikit pun dari Eduardo, tapi Edgar membiayai semuanya dengan tabungan dan hasil kerja keras. Pestanya tidak super mewah seperti pesta keluarga konglomerat, tapi tetap elegan: dekorasi anggun, catering enak, musik live, dan gaun cantik yang disewa dari butik terkenal. Bahkan ibunya Edgar berkata, “Wah, kayak pesta artis!” meski sebenarnya pencahayaan ballroom sempat kedap-kedip seperti lampu disko. Eduardo hadir, tentu saja. Duduk di bangku VIP dengan ekspresi datar, seperti sedang menilai prospek investasi tambang baru. Tapi di balik tatapan tajamnya, jelas terlihat ia mulai menerima—pelan-pelan—keputusan putrinya. Setelah pesta usai, hidup baru mereka dimulai. --- Edgar membawa Mariana ke rumah kecil sederhana yang ia beli dari hasil kerja keras bertahun-tahun. Rumah satu lantai, dua kamar, dapur mungil tapi rapi, dan halaman kecil yang ditanami tanaman lidah mertua (ironi yang tidak disengaja). Mariana t
Read more