Leo menegakkan tubuhnya. Ekspresinya langsung berubah tegang, tapi ia berusaha tetap tenang."Berkas apa, Bu? Aku nggak ngerti…""Jangan berpura-pura! Tidak ada orang lain yang masuk rumahku kemarin, kecuali kamu! Lemariku dibobol, dan hanya satu berkas yang hilang. Kau pikir aku tidak tahu tujuannya apa?!"Leo menelan ludah. Ia tahu Bu Mela mulai panik, dan itu bisa menjadi kelemahan. Tapi dia harus hati-hati. Satu kalimat yang salah, bisa menghancurkan seluruh rencana."Aku memang ke rumah Ibu kemarin, tapi aku nggak ambil apa pun. Ibu tahu aku datang karena Ibu sendiri yang panggil. Aku juga bantu lihat-lihat berkas waktu itu, tapi nggak ada yang aku ambil," ucap Leo datar, menyusun kata-kata dengan sangat hati-hati."Kamu dan istrimu sudah bersekongkol, ya?! Kau pikir aku nggak tahu rencana kalian?! Semua ini karena warisan, kan? Kamu sengaja dekati aku hanya karena ingin rebut harta perusahaan ini untuk Dinda!"Leo menahan napas. Tuduhan itu terlalu dekat dengan kenyataan. Tapi d
Last Updated : 2025-08-06 Read more