Studio itu sunyi. Hanya bunyi gemerisik halus dari kertas yang disentuh jemari Alana, dan deru pendingin udara yang bekerja terlalu keras untuk ruangan sebesar itu. Di atas meja, lampu sudut menyala temaram, menciptakan lingkar cahaya sempit yang hanya menerangi sebagian besar kertas-kertas berserakan, kain, dan pensil-pensil warna yang berserak. Di tengahnya, ia duduk, membungkuk, dengan mata yang memerah karena lelah dan kepala yang berat oleh desain yang tak kunjung selesai.Tangannya menggenggam pensil mekanik rosewood kesayangannya. Ujungnya sudah tumpul. Ia menekannya lagi, sedikit lebih keras. Sekejap kemudian, suara kecil itu terdengar."Ctakk."Alana terdiam. Ia menunduk dan melihat pecahan grafit runcing yang jatuh ke atas kertas. Lalu matanya jatuh pada pensil itu, terbelah halus di ujung, retak memanjang
Last Updated : 2025-07-27 Read more