Share

Bab 1386

Author: Ayesha
Devina mengenakan piama seksi. Kata-kata Raka malam ini membuat suasana hatinya benar-benar buruk.

Perasaan dipandang rendah sepenuhnya sampai dia tidak layak memanggil nama pria itu lagi, rasa terhina itu semuanya terus membelit hatinya. Dia tidak rela, tetapi juga tidak punya kekuatan untuk melawan.

"Kak Freyna, menurutmu apa yang kurang dariku dibanding Brielle?" Devina terduduk lesu di sofa, suaranya dipenuhi ketidakrelaan dan kebencian. "Aku menemaninya selama sepuluh tahun. Sepuluh tahun!
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Angga Dimas
lebih pinter asistennya
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1388

    Freyna meliriknya, lalu melanjutkan analisisnya, "Kalau mereka benar-benar ingin nikah lagi, Raka harus benar-benar merendahkan dirinya.""Dia harus belajar menghormati Brielle dengan sungguh-sungguh, memercayainya, menempatkannya pada posisi yang setara, atau bahkan .... Nggak, seharusnya posisi yang membuatnya memandang Brielle dengan rasa kagum.""Hanya dengan begitu Brielle mungkin akan kembali padanya."Setelah mendengarnya, Devina hanya merasa itu sangat menggelikan. Dia mencibir dingin. "Memuja Brielle ya? Orang seperti Raka mana mungkin memuja orang lain? Kamu terlalu nggak mengenalnya."Freyna berkata, "Dengan pencapaian Brielle saat ini di dunia penelitian, entah berapa banyak pria arogan yang menaruh perhatian padanya.""Kalau Raka nggak mengubah sifatnya yang selalu merasa diri sendiri benar, dia harus belajar merendahkan diri, belajar jujur, mengakui kesalahan masa lalunya. Kalau nggak, seumur hidup dia nggak bakal bisa mendapatkan Brielle kembali."Wajah Devina langsung b

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1387

    Wajah Devina semakin muram. Dia membuka mulut, ingin membantah, tetapi akhirnya menyadari bahwa apa yang dikatakan Freyna memang benar.Jika dia dan Brielle menghadiri pesta yang sama, dia pasti akan mencari cara untuk menunjukkan posisinya, menekan, menyingkirkan, dan mempermalukan Brielle.Freyna melanjutkan, "Justru karena Raka terlalu mengenalmu, dia nggak bawa Brielle masuk ke lingkaran sosialnya. Dia nggak ingin Brielle bertemu denganmu, nggak ingin Brielle merasa tersakiti atau diperlakukan nggak adil.""Dia melindungi Brielle di rumah, menjauhkannya dari gangguanmu, justru karena dia peduli pada Brielle dan nggak ingin kehilangan dia."Freyna menganalisis dengan tenang dan rasional.Ucapan itu membuat dada Devina terasa sesak. Dalam sekejap, semua kebohongan yang selama ini dia gunakan untuk menipu dirinya sendiri seolah terkoyak.Jadi selama ini, yang dia anggap sebagai "Brielle tidak pantas dibawa keluar dan tidak layak diperkenalkan kepada orang lain", ternyata adalah bentuk

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1386

    Devina mengenakan piama seksi. Kata-kata Raka malam ini membuat suasana hatinya benar-benar buruk.Perasaan dipandang rendah sepenuhnya sampai dia tidak layak memanggil nama pria itu lagi, rasa terhina itu semuanya terus membelit hatinya. Dia tidak rela, tetapi juga tidak punya kekuatan untuk melawan."Kak Freyna, menurutmu apa yang kurang dariku dibanding Brielle?" Devina terduduk lesu di sofa, suaranya dipenuhi ketidakrelaan dan kebencian. "Aku menemaninya selama sepuluh tahun. Sepuluh tahun! Kenapa di matanya cuma ada Brielle?"Freyna memandang keadaannya, lalu menghela napas. "Devina, memangnya masih ada gunanya bahas ini?""Raka memang nggak pernah punya perasaan untukmu. Sekalipun kamu mengejarnya sepuluh tahun lagi, hasilnya tetap akan sama.""Dengarkan saranku, lepaskan saja. Yang paling penting untukmu sekarang adalah mempertahankan Pak Ignas."Dari sudut pandang orang luar, Freyna melihat semuanya dengan sangat jelas. Dari awal sampai akhir, Devina sendiri yang terjebak dalam

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1385

    Dalam perjalanan pulang, tangan Faye yang menggenggam setir masih sedikit gemetar. Adegan ketika ayahnya menabrak Thoriq tadi terus berulang di benaknya.Meskipun dia membenci Thoriq dan memang berniat membuat mereka saling menghancurkan, dia tidak pernah membayangkan Thoriq akan mati di tangan ayahnya.Namun tak lama kemudian, rasa takut itu digantikan oleh naluri melindungi diri yang jauh lebih kuat. Jika ayahnya tahu bahwa dia yang sengaja memberi tahu Thoriq harga yang lebih tinggi dan memperkeruh konflik di antara mereka hingga membuatnya terpaksa membunuh ....Faye pun menggigil.Namun, saat teringat semua perbuatan ayahnya selama bertahun-tahun, teringat bagaimana pria itu memaksa ibunya bercerai dan membawa 1 triliun untuk hidup bebas di luar negeri bersama wanita simpanan dan anak haramnya, hati Faye kembali tenang.Pria seperti itu tidak pantas menjadi ayahnya.Dia menghentikan mobil di pinggir jalan, lalu mengeluarkan ponsel lain dengan tangan gemetar. Video lengkap yang tad

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1384

    "Halo, Faye, kangen aku ya?" Dari seberang telepon terdengar suara Thoriq yang menggoda.Kebencian melintas di mata Faye, tetapi dia tetap berkata dengan tenang, "Thoriq, ayahku sudah tahu kalau kamu pegang bukti tentang dirinya. Dia bersedia bayar 10 miliar untuk beli semua bukti yang ada padamu.""Apa? Sepuluh miliar?" Suara Thoriq di seberang langsung naik beberapa oktaf, penuh kegembiraan dan ketidakpercayaan."Serius? Faye, kamu nggak bohong, 'kan?""Untuk apa aku bohong?" balas Faye pelan. "Thoriq, ayahku mau menceraikan ibuku. Lagi pula, uang itu juga nggak bakal jadi milikku. Jadi, ambillah sebanyak yang kamu bisa.""Oke, oke! Nggak masalah." Thoriq sangat bersemangat. Bagi dirinya, 10 miliar adalah rezeki nomplok.Sekitar pukul 9 malam, di dekat sebuah dermaga terbengkalai yang hampir tak pernah dilewati orang, Declan tiba tepat waktu dengan mobilnya.Dia duduk di kursi pengemudi dan menunggu sebentar sebelum melihat sebuah sedan Volkswagen melaju mendekat. Orang yang turun da

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1383

    Brielle tidak berkata apa-apa lagi. Dia berbalik, membuka pintu, lalu masuk ke rumah dan menutup pintunya.Raka berdiri di tempat selama beberapa saat, lalu juga berbalik dan pergi.....Di rumah Keluarga Datau.Malam ini, Declan pulang ke rumah. Namun, suasana hatinya sangat buruk. Bahkan terhadap Flora yang terus menangis, dia sudah kehilangan seluruh kesabarannya. Dia pulang malam ini hanya untuk meminta Flora menandatangani surat cerai.Faye sedang berada di kamarnya ketika seorang pelayan tiba-tiba berlari masuk. "Nona, cepat lihat Tuan dan Nyonya! Sepertinya mereka bertengkar!"Faye langsung berlari menuju kamar utama. Saat mendorong pintu terbuka, dia melihat ibunya ditekan di atas ranjang oleh ayahnya yang memaksanya menandatangani dokumen.Pemandangan itu membuat Faye tercengang. Ibunya ditekan kuat-kuat di atas ranjang, rambutnya berantakan, wajahnya penuh jejak air mata. Sementara ayahnya tampak garang dengan dokumen di tangan."Tanda tangan. Jangan paksa aku menggunakan kek

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 566

    "Nek, jangan alihkan topik. Pokoknya soal rujuk, aku orang pertama yang nggak setuju." Raline mengangkat tangan tinggi-tinggi.Emily mendengus. "Memangnya perlu persetujuanmu? Ini urusan kakakmu dan Brielle.""Itu makin nggak mungkin. Kakak nggak pernah menjilat ludah sendiri. Dia nggak cinta Briell

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 574

    Brielle tertegun selama beberapa detik, lalu tersenyum tipis. "Aku punya hubungan cukup baik dengan pemilik Laboratorium Kasih. Aku bisa menanyakannya."Mendengar itu, Derrick langsung mengembuskan napas lega. "Bagus sekali. Urusan ini kuserahkan padamu. Karena kita sudah memutuskan untuk membuka ke

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 588

    Setelah rapat selesai, Harvis dan Brielle berbincang sebentar. Harvis menghela napas lega. "Sebenarnya aku sudah lama ingin menahanmu untuk tetap di sini. Sekarang kamu akhirnya kembali ... benar-benar kejutan yang menyenangkan."Brielle juga senang bisa kembali bekerja bersama Harvis. Dia menganggu

  • Bukan Mantan Biasa   #Bab 584

    Baik teknologi maupun farmasi yang dibangun oleh perusahaan Pramudita, semuanya merupakan komoditas penting negara. Brielle memijat pelipisnya yang agak sakit, lalu mendongak menatap langit.Akhirnya, dia menghela napas. Dibandingkan perasaannya sendiri, perkembangan penelitian negara jauh lebih pen

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status