Air mata mengalir deras di pipinya, tanpa suara. Ia menangis, terisak pelan, bukan karena rasa sakit, tetapi karena kelegaan, kebahagiaan, dan penebusan yang sempurna. Tangisan itu adalah pelepasan dari tahun-tahun kebohongan, dari beban pengkhianatan, dari ketakutan akan kehilangan. Sisi dirinya yang paling rapuh terbuka sepenuhnya. Ia tidak lagi dokter; ia adalah Rayhan, seorang ayah dan seorang suami.Setelah isak tangis itu mereda, ia mengangkat kepalanya, air matanya membasahi pipi.“Terima kasih, Sayang,” bisik Rayhan, memegang tangan Alesha dan Kinar, menyatukan ikatan mereka. “Terima kasih karena telah memberiku anak ini. Terima kasih karena telah memberiku penebusan ini. Kamu menyelamatkanku dari diriku sendiri. Aku hampir hancur, Alesha. Aku hampir kehilangan segalanya yang penting.”Alesha membuka mata, menatapnya dengan pandangan penuh cinta. “Kamu yang menyelamatkan kami, Om. Kamu yang memilih kami. Kamu yang mempertaruhkan semuanya di depan hukum. Kamu adalah ayah ter
最終更新日 : 2026-01-27 続きを読む