Tapi di tengah semua kenikmatan fisik ini, pikiranku tidak bisa sepenuhnya lepas. Ada bagian dari diriku yang terus membandingkan.Wulan berbeda dari Dinda.Tubuhnya lebih semok, namun kencang kencang. Caranya bergerak itu sangat agresif, sangat jalang. Suaranya yang mendesah berbeda; lebih tinggi, lebih dibuat-buat, tapi itu memberikan sensasi tersendiri.Dinda, meski belakangan ini sangat liar dan jauh berbeda dari dulu, masih bisa dibilang lebih lembut ketimbang Wulan.Maka Wulan tentu selalu memberikan sesuatu yang berbeda. Apalagi, aku melakukannya diam-diam, serta merahasiakan hal ini. Ada kegirangan tersendiri dari aktivitas ini.Aku bergerak semakin cepat. Semakin intens. Wulan pun juga. tubuh kami bergerak dalam harmoni yang sempurna, naik dan turun, masuk dan keluar, dalam ritme yang semakin mengencang.Wulan mendesah semakin keras. Tangannya mencengkeram sprei dengan kuat, kepalanya menengadah ke belakang, tubuhnya melengkung."Mas... aku... aku mau..." ucapnya dengan terpu
Last Updated : 2026-01-01 Read more