“Untuk hal sepenting ini, apa mungkin bude akan berbohong?” tanya Ambar dengan sorot mata iba pada perempuan di hadapannya.Sore itu, di rumah Ambar yang senyap, angin menerpa tirai tipis, membawa aroma dapur dan kecemasan yang menggantung.Di ruang tamu, Kirana duduk dengan tubuh lemas, matanya sembap, masih menyisakan jejak air mata yang tak sempat kering. Ia baru saja meninggalkan Vita di rumah sakit, sebuah keputusan berat yang menusuk dada, demi datang ke rumah Ambar tanpa janji, tanpa kepastian, hanya berbekal harapan terakhir.Ambar menatap Kirana lama, ada iba, ada kecewa, tapi juga batas tegas yang ia jaga.“Saya mohon, Bude.” Suara Kirana pecah. “Tolong hubungi Naira. Saya ingin bertemu, saya hanya ingin minta maaf. Mungkin dengan kerelaan hatinya, Vita bisa sembuh.”Ambar menghela napas panjang, seperti menata ulang kesabarannya. “Kirana, bude sudah bilang. Bude benar-benar tidak tahu keberadaan Naira sekarang.”“Tidak mungkin Bude tidak tahu.” Kirana menggeleng keras, sepe
최신 업데이트 : 2025-11-25 더 보기