"Kalau kau mau, kau bisa memanggil ayah padaku mulai sekarang, Aya," ucap Kaze kembali, menyunggingkan smirk tipis karena Naia terlihat tersipu malu. "Ih." Naia langsung menatap Kaze, memukul dada bidang sang suami karena gugup dan salah tingkah, "aku maunya anak kita memanggilku Mommy dan memanggil Mas dengan sebutan Daddy." "Ayah ibu lebih sederhana, Aya," jawab Kaze santai, "tetapi lebih hangat." Naia mengerutkan bibir, menahan diri supaya tidak senyum. Lalu pada akhirnya dia menganggukkan kepala, setuju dengan pendapat sang suami. Ayah ibu? Ah, Naia jadi tak sabar anaknya lahir, dia tak sabar dipanggil ibu dan mendengar suaminya dipanggil ayah oleh anak mereka kelak. "Sekarang Ibu Aya tidur, ini sudah larut malam," ucap Kaze kembali, menarik Naia dalam pelukannya. "Hehehe … baik, Ayah Kae," jawab Naia sambil cengengesan, berhasil membuat suaminya yang tembok tersebut tertawa kecil. **** --Beberapa bulan kemudian-- Naia menatap letih dan lemah pada Kaze, suaminya yang
최신 업데이트 : 2026-02-11 더 보기