Dia beberapa kali tersedak dan muntah tapi tetap aku tahan. Tangannya mencoba mendorong tubuhku, hingga saat benda pusakaku hampir semuanya masuk, aku keluarkan.Nafasnya tersengal-sengal, ia menarik nafasnya dalam-dalam. Air matanya berlinang, hingga dia terbatuk-batuk."Ayo lagi sayang! Masukin lagi yang dalam, enak banget mulutmu." kataku, menyodorkan benda pusakaku."Bentar Mas aku nafas dulu, kamu terlalu keras menekannya." suaranya bergetar dan ngos-ngosan."Saking enaknya sayang, ayo lagi!" aku terus merayu, menepuk-nepuk benda pusakaku pada wajahnya.Hingga akhirnya dia kembali membuka mulutnya. Begitu benda pusakaku masuk, langsung aku dorong hingga membuatnya tersentak dan melepaskan benda pusakaku."Udah Mas, ampun!" katanya mulai menyerah."Kok nyerah gitu saja, ayo dong lagi! Katanya mau di bikin lemes, emut lagi sayang. Kalau kamu memang suka sama aku, kamu harus mau melayaniku. Masa mau kalah sama yang lain," rayuku, sambil mengocok benda pusakaku.Hingga dia kembali me
Last Updated : 2025-12-23 Read more