Tidak terasa sudah pukul sepuluh malam. Di tempat gym, hanya tersisa aku, Sabrina, dan Bang Didi di depan.“Sab, beneran nggak apa-apa kamu pulang malam?” tanyaku, khawatir.“Nggak apa-apa, Kak, tenang saja. Kan tadi aku bilang lagi pinjam buku sama teman. Papa dan Mama nggak bakal curiga karena aku sudah kasih tahu temanku kalau misalnya mereka menghubungi,” katanya.Aku menghela napas. “Tapi gara-gara aku, kamu harus bohong sama orang tuamu sendiri.”“Kakak jangan merasa bersalah gitu. Kali ini aja aku bohong, aku janji tidak akan pernah bohong lagi,” katanya, memegang tanganku erat.“Akan aku antarkan kamu pulang. Aku mau beres-beres dulu,” kataku.Aku segera membereskan sisa peralatan gym dan mematikan lampu. Setelah selesai, kami segera keluar. Aku mengunci pintu utama, lalu kuncinya kuserahkan ke Bang Didi sedang berada di dalam pos.“Sudah beres, Bim! Wah, sekarang ditemenin pacar,” goda Bang Didi.“Sudah, Bang. Kalau gitu aku duluan,” kataku, tersenyum malu.“Oke, Bim, hati-ha
Last Updated : 2025-12-15 Read more