Hari itu, udara di kantor terasa lebih sibuk dari biasanya. Banyak karyawan mondar-mandir membawa berkas, rapat bergantian di setiap ruangan, dan suara telepon nyaris tidak berhenti berdering.Aluna pun tidak berbeda. Sejak pagi ia harus mengurus agenda divisinya, memeriksa laporan, dan memastikan semuanya siap untuk presentasi sore nanti.Ia sebenarnya sedikit pusing sejak bangun, tapi ia pikir itu cuma kurang tidur.“Lun, kamu yakin nggak apa-apa?” tanya Sari, temannya yang sedivisi.“Kamu kelihatan pucat deh.”Aluna tersenyum kecil. “Nggak apa-apa. Cuma kecapekan dikit.”Tapi dari caranya berdiri yang goyah, dari napasnya yang sedikit berat, jelas ia lebih dari sekadar capek.Siang harinya, Leonard masih sibuk di lantai atas dengan rapat bersama para investor.Ia bahkan tidak sadar kalau sejak pagi, ia sudah beberapa kali mencari wajah Aluna setiap masuk dan keluar lift.Sementara Aluna…berusaha tetap profesional di tengah tubuhnya yang semakin lemah.Presentasi sudah dimulai.Ia
Last Updated : 2025-11-17 Read more