Setelah menjawab pertanyaan Gibran dengan saling bantu membantu agar tidak kena marah. Kini sudah memasuki waktu istirahat. Gelak tawa meramaikan kantin lantai lima siang itu, Ashana meminggirkan potongan ayam bakar di piringnya tanpa selera. Sementara tiga temannya yang lain, Dea, Nala, dan Mila sibuk mengobrolkan urusan pekerjaan yang seolah tidak ada habisnya."Mila, Mila, kamu masih mending dikasih revisi. Lah aku? Kemarin malah salah kirim draf email ke bagian HRD." Nala dengan keluhannya."Tapi jujur ya," potong Nala tiba-tiba, matanya melirik ke arah lorong kantin dengan binar usil, "ada yang bikin suasana magang di sini agak adem. Tuh, liat siapa yang jalan ke sini."Ashana menoleh sekilas dan langsung menghela napas halus, dari arah pintu masuk kantin, Andre berjalan mendekat. Pria itu tampak rapi dengan kemeja putih gulung siku, membawa sebuah kantong kertas di tangan kanannya. Semakin hari, sikap Andre terhadap Ashana makin terang-terangan, membuat ruang gerak Ashana di kan
続きを読む