แชร์

Tabrak lari

ผู้เขียน: Indri hasrun
last update วันที่เผยแพร่: 2026-09-08 18:44:28

Perempuan dengan tubuh jenjang itu baru saja keluar dari mobilnya setelah pulang pemotretan. Suara ketukan sepatu hak tinggi Natasya bergema di lorong apartemen kemewahannya. Saat ini fikirannya hanya tertambat pada satu nama yaitu Gibran.

Laki-laki pengusaha muda yang selama ini ia incar ternyata sudah memiliki istri. Rasa gengsi dan obsesi yang membakar dada membuat Natasya menyewa seorang detektif swasta untuk membongkar sosok wanita yang berani mengambil posisinya yang seharusnya menjadi mi
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Bukan Pengantin Pilihan   Tabrak lari

    Perempuan dengan tubuh jenjang itu baru saja keluar dari mobilnya setelah pulang pemotretan. Suara ketukan sepatu hak tinggi Natasya bergema di lorong apartemen kemewahannya. Saat ini fikirannya hanya tertambat pada satu nama yaitu Gibran.Laki-laki pengusaha muda yang selama ini ia incar ternyata sudah memiliki istri. Rasa gengsi dan obsesi yang membakar dada membuat Natasya menyewa seorang detektif swasta untuk membongkar sosok wanita yang berani mengambil posisinya yang seharusnya menjadi miliknya.Ponsel Natasya berdering dan menampilkan satu nama yang sudah ia tunggu-tunggu kabarnya. Natasya langsung menjawab telpon orang itu."Hallo Natasya," sapa pria itu dingin dari balik telpon."Hallo, ada apa? Sudah mendapatkan yang saya minta?""Iya, ayo kita bertemu.""Tidak bisa, aku baru saja selesai pemotretan Afdal. kirim saja semua bukti di emailku," sahut Natasya sembari melempar tas tangannya ke sofa setelah ia masuk ke unitnya. "Baiklah, saya akan mengirim semuanya. Didalam folde

  • Bukan Pengantin Pilihan   usaha Andre

    Setelah menjawab pertanyaan Gibran dengan saling bantu membantu agar tidak kena marah. Kini sudah memasuki waktu istirahat. Gelak tawa meramaikan kantin lantai lima siang itu, Ashana meminggirkan potongan ayam bakar di piringnya tanpa selera. Sementara tiga temannya yang lain, Dea, Nala, dan Mila sibuk mengobrolkan urusan pekerjaan yang seolah tidak ada habisnya."Mila, Mila, kamu masih mending dikasih revisi. Lah aku? Kemarin malah salah kirim draf email ke bagian HRD." Nala dengan keluhannya."Tapi jujur ya," potong Nala tiba-tiba, matanya melirik ke arah lorong kantin dengan binar usil, "ada yang bikin suasana magang di sini agak adem. Tuh, liat siapa yang jalan ke sini."Ashana menoleh sekilas dan langsung menghela napas halus, dari arah pintu masuk kantin, Andre berjalan mendekat. Pria itu tampak rapi dengan kemeja putih gulung siku, membawa sebuah kantong kertas di tangan kanannya. Semakin hari, sikap Andre terhadap Ashana makin terang-terangan, membuat ruang gerak Ashana di kan

  • Bukan Pengantin Pilihan   strategi

    Panas terik matahari dari luar jendela kantor seakan menembus ke dada Ashana, dari sudut ruangan lantai 14, matanya menatap tajam ke arah pintu ruangan CEO. Gibran, pria yang diam-diam telah mengikat janji suci dengannya sekitar 4 bulanan, keluar bersama Natasya. Perempuan bergaun hitam itu tertawa manja sembari memegang lengan jas Gibran, tampak begitu disengaja.Padahal, kontrak kerja sama antar perusahaan dan Natasya sudah resmi berakhir hampir sebulan lalu. Namun, Natasya masih selalu punya seribu alasan untuk muncul di kantor Gibran, membuat status Ashana sebagai istri rahasia terasa makin menyiksa. Ashana mengepalkan jemarinya, menahan gelombang lelah yang sudah di ambang batas.Saat jam istirahat tiba, Ashana melangkah cepat menuju kedai kopi di seberang gedung kantor bersama Dea. Ia ingin menenangkan hati dan pikirannya, Dea sebagai sahabat dan teman magang setia menemani Ashana. Tak lama kemudian, ponsel Ashana bergetar menampilkan panggilan video dari Aliyah, sang kakak yan

  • Bukan Pengantin Pilihan   mencari tau

    Natasya pulang dari Mahesa properties dengan kepalan tangan erat dan kemarahan yang membakar dada. Bagi seorang Natasya seorang model papan atas yang terbiasa sudah mendapatkan apa pun yang diinginkannya, kata "tidak" dari Gibran adalah sebuah penghinaan. Dia pernah menjadi bagian dari hidup Gibran selama 2 tahun. Dia tidak akan menyerahkan pria itu begitu saja kepada wanita misterius yang bahkan tak berani menampakkan dirinya.Rasa penasaran bercampur cemburu buta mendorong Natasya untuk mulai bergerak mencari tau siapa istri Gibran. Dia tidak bisa tinggal diam saja, melihat pria yang ia inginkan direbut begitu saja.Langkah pertamanya adalah menghubungi salah satus detektif swasta langganan para selebriti yang biasa menyapu bersih skandal atau mencari rahasia orang-orang kelas atas."Aku mau kamu cari tahu semuanya tentang Gibran," ujar Natasya dingin saat bertemu Afdal, di sebuah kafe di pinggiran kota.Afdal menyenderkan punggungnya. "Gibran Mahesa ? CEO Mahesa Properties itu? Buk

  • Bukan Pengantin Pilihan   mengungkap status

    Lampu kamera masih menyisakan bayangan siluet di depan mata Natasya. Ia mengenakan gaun sutra merah yang membalut tubuhnya dengan sempurna, ia menyunggingkan senyum paling menawannya. Hari ini adalah hari terakhir pemotretan untuk kampanye komersil di Mahesa Properties.Sementara itu disudut ruangan, seorang pria berdiri tegap. Setelan jas hitam membingkai tubuh jangkungnya dengan sangat indah. Natasya mengibas-ibaskan rambutnya yang bergelombang, melangkah perlahan dengan berlenggak-lenggok menuju tempat Gibran berdiri. "Terima kasih atas kesempatannya, Gib. Kerja sama kali ini benar-benar luar biasa," sapanya dengan suara manja yang dulu selalu berhasil meluluhkan hati pria itu.Gibran hanya mengangguk tipis, tangannya tetap berada di dalam saku celana. "Performa kamu bagus, Natasya. Tim pemasaran sangat puas. Setelah ini, sekretaris saya yang akan mengurus sisa honor kamu.""Hanya itu?" Natasya mendekat, sengaja mengikis jarak di antara mereka. "Kamu tidak mau mengajak mantan ke

  • Bukan Pengantin Pilihan   Perubahan sikap

    Udara pendingin di lantai 14 Mahesa Properties berembus dingin, tetapi suasana di dalam ruang kerja Gibran terasa jauh lebih membekukan.Natasya seperti biasa melangkah masuk tanpa mengetuk pintu dulu. Gaun yang ia pakai selalu menyala yang melekat di tubuhnya tampak kontras dengan interior ruangan yang didominasi warna maskulin. Dengan senyum manis yang dipaksakan, ia melangkah mendekati meja kerja besar di tengah ruangan.Gibran bahkan tidak mendongak dari berkas di hadapannya ketika mendengar seseorang masuk. Jemarinya yang menempel pada pulpenterus menari di atas kertas dihadapannya."Gibran, nanti kita makan siang di luar, ya? Ada restoran baru yang ....""Rio," panggil Gibran datar melalui interkom, memotong kalimat Natasya tanpa memperdulikan Natasya.Pintu ruangan segera terbuka perlahan. Rio, asisten pribadinya, berdiri di ambang pintu. "Iya, ada apa Bos?""Tolong urus Mbak Natasya kalau kedatangannya terkait dengan kerja sama divisi pemasaran. Selesaikan di ruang rapat diata

  • Bukan Pengantin Pilihan   Pasutri baru

    2 keluarga itu baru tau kalau ternyata, Ashana dan Gibran sudah saling kenal. Mereka ternyata bos dan anak magang di kantor setelah mengintrogasi sebentar.Setelah introgasi mendadak selesai, baru akan dilakukan pemasangan cincin nikah. Kedua keluarga inti sudah berada di dalam kamar untuk menyaksi

  • Bukan Pengantin Pilihan   Pengantin pengganti

    Subuh-subuh Ashana, sudah bangun lebih awal dari biasanya. Setelah mandi, ia bersiap menuju kamar kakaknya untuk melihat persiapan sang kakak.Namun, langkah kakinya terhenti kala melihat orang tuanya, om dan tantenya kini duduk melingkar di ruang keluarga lantai 2. Ashana dengan ceria dan semangat

  • Bukan Pengantin Pilihan   Bos dan anak magang

    Seorang gadis muda berusia 19 tahun bernama, Ashana melangkah memasuki gedung pencakar langit dengan buru-buru. Ia memperlihatkan sebuah id card yang tergantung di lehernya ke satpam, tanda ia sudah punya akses untuk masuk.Setelah berhasil masuk, ia langsung mencari toilet karena saat ini ia kebel

  • Bukan Pengantin Pilihan   Kabur

    Gibran langsung menjauhkan wajahnya dengan tenang dari Syakilla saat Rio memergoki mereka. Sementara Ashana terus menunduk malu seakan baru ketahuan berbuat mesum padahal tidak terjadi apa-apa."Maaf Bos, saya mengganggu. Cuman mau mengantar kopi ini saja," ujar Rio menggaruk kepalanya yang tak gat

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status