Aku menyampirkan tas di pundak dengan senyum yang lebih cerah. "Baiklah, Nyonya Roy..."Dita tertawa lebar mendengar godaanku. Aku segera turun dari mobil dan melangkah masuk ke dalam gedung untuk menemui editor novelku."Selamat siang, Mbak Erika..." sapa Mbak Nirmala ramah sambil mengulurkan tangan begitu aku memasuki ruangannya.Aku menjabat tangannya hangat. "Siang, Mbak..."Kami pun duduk berhadapan. Suasana kantor yang tenang membuatku sedikit lebih rileks."Nggak menyangka ya, akhirnya Mbak Erika akan menerbitkan buku lagi setelah satu tahun vakum," ucap Mbak Nirmala dengan nada bangga."Iya, Mbak. Aku juga nggak menyangka bisa menulis lagi," sahutku sembari tersenyum lebar."Kali ini tulisan Mbak Erika jauh lebih menarik dari sebelumnya," ucapnya antusias sambil mengecek layar laptop di depannya. "Dari hasil survei, pembaca setia Mbak Erika sudah tidak sabar menunggu buku ini terbit."Aku ikut mencondongkan tubuh, menatap layar laptopnya dengan perasaan berdebar."Jujur, aku s
Last Updated : 2026-01-03 Read more