Lorong-lorong istana Aethelgard Silvanus terasa berbeda pagi itu.Lebih sunyi.Lebih gelap.Seolah-olah semua bayangan berubah menjadi mata yang mengawasi.Dan di tengah labirin kekuasaan itu…Lucas Zander Maxime melangkah cepat, napasnya berat,bukan karena lelah, melainkan karena firasat buruk yang sudah sejak tadi mengikutinya.Ia baru saja kembali dari barak pasukan barat, tempat ia mengatur ulang distribusi penjagaan setelah insiden Ellisha. Namun setiap kali ia berpapasan dengan prajurit atau pelayan, tatapan mereka aneh.Seperti mereka tahu sesuatu.Seperti mereka diperintah untuk melihatnya.Lucas mengusap wajah, mengumpat pelan.“Aku tidak suka suasana seperti ini…”Ia berbelok ke lorong sebelah utara,dan langkahnya terhenti.Dua penjaga berdiri di sana.Bukan penjaga biasa.Penjaga khusus Kaesar.Lucas menegang.“Kalian menghalangi jalan,” katanya datar.Penjaga itu saling melirik.“Maaf, Paduka. Atas p
Mehr lesen