“Papa!” seru Inggrit begitu melangkah masuk ke rumahnya, suaranya menggema keras memecah keheningan. Satya yang tengah mengamati lukisan mahal yang baru saja dibelinya langsung mengernyit. Ia menoleh, lalu melangkah menghampiri sang anak dengan langkah tenang, kedua tangannya bertaut di belakang punggung. “Ada apa, Grit?” tanyanya rendah. “Pa,” napas Inggrit tersengal, dadanya naik turun tak beraturan. “Mas Radja, selama ini dia selingkuh dari Inggrit, Pa.” “Mas Radja ceraiin Inggrit bukan karena Anggita bukan anak kandung dia, tapi karena dia selingkuh selama ini,” lanjutnya dengan suara bergetar. Satya berhenti tepat di hadapannya. Wajah pria itu tetap tenang, nyaris tanpa perubahan, seolah kabar itu bukan hal baru baginya. “Dan Papa tahu,” suara Inggrit bergetar, air mata mulai luruh membasahi pipinya, “Dia selingkuhnya sama siapa?” Ia menarik napas dalam-dalam, lalu berkata dengan suara yang nyaris pecah. “Sama Djiwa, Pa. Sama istrinya Kaisar.” Satya menghela napas panjan
Terakhir Diperbarui : 2026-02-06 Baca selengkapnya