“Bicara apa kamu, Kai?” desis Radja dengan nada tajam. Tatapannya dingin, menusuk tanpa ampun. “Djiwa sedang mengandung anak saya, dan kamu bilang tidak akan menceraikannya?” Kaisar justru menyeringai miring. “Nggak masalah, Mas. Kita rawat bareng-bareng.” Bahunya terangkat santai. “Anaknya kembar, kan? Aku satu, kamu satu. Mau aku anggap anak atau keponakan, sama saja.” Senyum itu jelas sengaja, provokatif. Radja menahan diri, rahang kokohnya mengeras. “Kamu sudah berselingkuh,” ucap Radja dingin. “Dan perempuan itu juga hamil. Masih berani seegois ini?” “Aku udah bilang,” balas Kaisar tegas, “Dia hamil anak suaminya. Bukan anak aku.” Radja menelan ludah. Kepalan tangannya memutih. Djiwa memandang Kaisar dengan mata membesar, terkejut. Jadi perempuan yang menjadi selingkuhan suaminya itu, istri orang? “Aku gak akan pernah ngelepas apa yang udah jadi milik aku,” lanjut Kaisar, suaranya rendah dan menekan. “Djiwa milik aku. Sampai kapan pun.” “Ayo pulang, Wa,” katanya la
Last Updated : 2026-02-01 Read more