“Djiwa, dengarkan saya dulu,” pinta Radja dengan nada lembut. Kedua tangannya terangkat, hendak memegangi bahu sang istri. Namun Djiwa cepat-cepat menepis, wajahnya mengeras dengan raut masam. Radja menghela napas panjang, jelas menahan cemas. “Saya bisa jelaskan semuanya. Tapi tolong dengarkan saya dulu, ya?” “Nggak, Mas,” keluh Djiwa sebal. “Djiwa udah keburu kesel.” “Sayang,” Radja menurunkan suaranya, nyaris memohon. “Saya janji akan kasih tahu kamu. Tapi tolong, jangan marah dulu. Jangan langsung salah paham.” Wajah Radja tampak begitu serius, bahkan sedikit panik. Djiwa yang tadinya cemberut justru tersenyum kecil melihat ekspresi suaminya. “Nah, gitu dong,” katanya santai. “Soalnya Djiwa mau custom nama anak-anak di baju-baju yang kita beli kemarin.” Radja mengerutkan kening, jelas kebingungan. “Mau sampe kapan Mas nyembunyiin nama anak kita?”
Last Updated : 2026-02-22 Read more