Djiwa menarik napas dalam-dalam, lalu menghembuskannya pelan. Gerakan itu samar, dipastikan Kaisar tidak melihat kegugupannya saat ini. “Saya barusan dari hotel, Mas,” ucap Djiwa sembari tersenyum kecil. Tatapan Kaisar tetap datar, dingin, dan menusuk. “Jadi, dari semalam kamu ada di hotel? Setelah tidur dengan pria yang aku siapkan, kamu tidur dengan pria lain lagi, iya?” Bola mata Djiwa membeliak kaget. Ia menggeleng cepat, “Nggak, Mas. Mana ada saya melakukan itu.” “Terus, kenapa kamu gak pulang semalam? Aku udah jem—” Kaisar menahan ucapannya, rahangnya mengeras. “Aku tungguin kamu di rumah. Karena aku was-was paginya kamu ketahuan! Karena kalau sampai ketahuan, aku juga ikutan kena.” Nada sinisnya membuat Djiwa refleks menunduk. Ia menyeret ludahnya berat, mencoba menenangkan napasnya. “Nggak, Mas. Sama sekali nggak. Saya … saya cuma tidur dengan pria yang Mas siapkan,” ucapnya lirih, hampir tak terdengar. Kaisar mengangguk pelan, tapi sorot matanya menusuk seperti bilah
Last Updated : 2025-12-03 Read more