Setelah jeda yang cukup lama, Simon bertanya dengan suara serak, "Kata Kakek, besok hari libur. Dia ingin mengundangmu makan bersama di rumah kami kalau kamu bersedia.""Dia sudah mengatur janji dengan dokter bedah saraf itu dan ingin mengenalkan kamu kepadanya."Takut dia salah paham, Simon buru-buru menambahkan, "Tapi jangan salah paham. Dia bukan ingin menjadikan itu syarat. Dia cuma ingin makan malam bersama denganmu."Nayla ragu sejenak, lalu setuju. "Oke, aku besok datang."Bagaimanapun juga, Kakek Markus memperlakukannya dengan baik.Dan kini sedang berusaha keras mencarikan dokter.Dia juga sudah tahu bahwa semua yang Simon lakukan adalah demi kebaikannya.Meskipun dia tidak bisa memaafkannya, dia tidak bisa membencinya.Wajah Simon berseri-seri karena gembira. "Kalau begitu, aku jemput kamu besok.""Nggak usah, aku bisa pergi sendiri," tolak Nayla singkat.Meskipun sikapnya sudah lebih ramah, dia tidak ingin terlalu dekat."Besok hari libur, jalanan pasti ramai. Jangan nyetir
続きを読む