Melihat pihak lawan mengenal nama ayahnya, senyuman di wajah Chandra langsung mengembang cerah."Benar, kejadian hari ini cuma salah paham! Kalau kamu mau duduk minum segelas, anggap kita berteman. Soal biaya pengobatan anak buahmu, aku yang tanggung. Kalau nggak mau, hmph ...."Chandra merasa, karena pihak lawan mengenal ayahnya, pasti akan mengakhiri masalah ini."Kalau kami menolak, memangnya kamu bisa apa?" Tiba-tiba, ekspresi pemuda itu berubah drastis. Tatapannya memancarkan niat jahat, lalu satu tamparan keras menghantam wajah Chandra.Chandra terpental akibat tamparan itu. Beberapa giginya copot, mulutnya penuh darah, wajahnya babak belur."Aku kekurangan uang recehmu itu?" Pemuda itu menginjak tubuh Chandra yang tergeletak di lantai, lalu mengeluarkan ponsel dan meletakkannya di depan wajah Chandra."Telepon ayahmu. Suruh dia datang. Kita lihat, apa dia berani mengatakan sepatah kata pun di hadapanku, Daiyan."Semua orang tercengang. Keringat dingin langsung mengalir deras di
Read more