เข้าสู่ระบบDarah segar seketika menyembur. Warna merah darah dan bau amis langsung memenuhi udara.Bahkan tidak ada seorang pun yang melihat siapa yang bergerak dan bagaimana dia melakukannya.Sampai akhirnya, kepala itu terlempar belasan meter seperti semangka, jatuh ke tanah, lalu menggelinding beberapa kali sebelum berhenti.Saat ini, kepala itu sudah tidak lagi terlihat seperti kepala manusia.Beberapa detik kemudian, tubuhnya ambruk dengan keras. Darah masih menyembur dari lehernya tanpa henti.Salah satu anggota Keluarga Miyamoto sekaligus orang yang memegang kendali atas sebagian besar dunia mafia Nagiya, Katsukazu, baru saja dibunuh dengan satu tamparan?!Para anak buah Keluarga Miyamoto akhirnya tersadar. Wajah mereka dipenuhi keterkejutan dan ketidakpercayaan. Kekuatan macam apa yang bisa membuat kepala seseorang terlepas langsung dari lehernya?"Perempuan ini pelakunya!"Entah siapa yang berteriak, semua orang serentak mengarahkan moncong senjata mereka kepada Yolanda.Yolanda mengibas
"Ya, kita memang sedang menunggu orang," jawab Arlo sambil melihat jam. Setelah itu, dia tersenyum dan berkata, "Sudah waktunya. Ayo kita keluar. Mungkin sebentar lagi mereka akan tiba."Yolanda dan Yusa sama-sama tertegun. Mereka mengira Arlo memiliki bala bantuan lain di negara asing ini."Heh, kukira kamu mau mengobrak-abrik Nagiya sendirian. Nggak kusangka kamu juga cari bantuan." Yolanda mencibir.Arlo tidak menjelaskan lebih lanjut dan langsung mengajak kedua wanita itu keluar dari bandara.Setelah mereka keluar dari pintu bandara, bahkan sebelum Arlo selesai menghabiskan sebatang rokok, beberapa mobil van Toyota hitam berhenti di seberang jalan. Puluhan pria kekar berbaju hitam langsung berlari ke arah mereka.Yusa baru hendak mengatakan bahwa orang-orang itu sepertinya mencari mereka, tetapi sebelum sempat mengucapkannya, dia melihat dengan jelas pria kekar berusia 30-an yang wajahnya tampak garang di barisan terdepan. Saat itu, dia baru tersadar apa yang sebenarnya ditunggu Ar
Firza terbatuk dua kali, lalu tersenyum canggung kepada Yusa sebelum mencoba bertanya, "Pacarmu cukup unik juga ya?"Melihat Arlo mengernyit, Yusa berkata dengan dingin, "Aku cuma pelayan tuanku, bukan pacarnya. Tolong jaga ucapanmu dan jangan sembarangan bicara lagi."Kalau hanya panggilan "Tuan", orang kaya seperti Firza yang gaya pergaulannya memang bebas tidak akan merasa heran. Nirina juga mungkin hanya menganggapnya sebagai bentuk kemesraan di antara pasangan.Namun, ketika mendengar kata "pelayan", keduanya langsung terdiam.Yusa memang sangat cantik. Hanya dengan melihat aura mewah dan berkelas yang terpancar dari sosoknya, orang akan sulit mengaitkannya dengan kata "pelayan".Setelah terdiam beberapa saat, Firza pun memanjangkan suaranya dengan nada menyindir. "Oalah, aku paham, aku paham!"Sambil berkata begitu, pandangannya melirik Yolanda, lalu entah kenapa dia tiba-tiba bertanya, "Jangan-jangan kamu juga pelayannya?"Tatapan Yolanda seketika menjadi dingin. Namun, setelah
Nantinya semua orang memang akan menduga bahwa serangkaian kecelakaan itu adalah ulah Arlo. Namun, setidaknya tidak ada bukti rekaman apa pun yang bisa mereka tunjukkan. Dengan begitu, pihak pemerintah Doraia tidak perlu menanggung tekanan politik yang sebenarnya tidak perlu.Saat ini, Arlo berpenampilan seperti pria kasar berusia sekitar 30 tahun. Meski terlihat agak urakan, dia memiliki pesona maskulin yang khas.Selain itu, seorang pria yang bepergian bersama dua wanita cantik kelas atas tetap saja menarik perhatian banyak penumpang di kelas satu.Di dekat mereka duduk seorang pengusaha kaya berusia sekitar 40 tahun. Pakaiannya terlihat seperti seorang eksekutif bisnis, tetapi aura orang kaya baru yang melekat padanya sulit disembunyikan.Di sebelahnya duduk seorang wanita muda yang cantik dan penuh energi. Wanita itu mengenakan kacamata hitam dan terlihat begitu bersemangat.Yolanda duduk berhadapan dengan Arlo, sementara Yusa duduk di sampingnya. Melihat kedua wanita itu sama-sama
Arlo mengangkat alisnya, memiringkan kepala sambil berdecak. "Kinta, kenapa kamu bisa tahu banyak tentang hal-hal mistis dan aneh dari luar negeri?"Kinta mengangkat bahu. "Aku membantu Kak Yolanda mengurus berbagai hal, jadi aku juga sudah cukup sering melihat dunia. Memangnya cuma kamu yang berwawasan luas? Orang lain nggak boleh mempelajari hal-hal seperti ini?"Arlo memanjangkan suaranya. "Oh ...." Kemudian, dia terkekeh dua kali. Dia mengarahkan kesadaran ilahinya ke arah wanita penjaga gunung di dalam botol giok dan bertanya, "Yang ada di kotak itu bayi hantu?"Awalnya wanita penjaga gunung itu tidak menjawab. Arlo berkata dengan dingin, "Kalau nggak mau bicara, jangan harap aku akan melepaskanmu. Aku punya banyak cara untuk membuatmu lenyap tanpa meninggalkan jejak.""Dasar berengsek!" Wanita penjaga gunung itu berteriak marah. Beberapa saat kemudian, karena ketakutan, dia akhirnya mengirimkan kesadaran spiritual. "Itu Bayi Panca Sukma!"Setelah mendengar nama itu, Arlo langsung
"Aku adalah roh murni, bukan roh jahat. Aku nggak pernah mencelakai manusia. Aku telah mendapat pengakuan pemerintah dan bisa dianggap sebagai dewa resmi. Atas dasar apa kamu menahanku?"Cahaya hijau di atas kepala wanita Korlia itu terus meronta, sementara suara komunikasinya muncul di benak Arlo. Itu bukan komunikasi melalui suara, melainkan informasi yang disampaikan melalui kekuatan mental.Arlo mencibir. "Sudah kubilang, aku menahanmu sebagai jaminan!"Sambil berkata demikian, dia meningkatkan kekuatan Teknik Penarikan.Jika Gadis Gunung masih berada di masa kejayaannya, dia bisa memperoleh kedudukan resmi serta menerima persembahan dupa setelah mendapat pengakuan resmi dari pemerintah seperti yang dikatakannya. Kekuatannya bahkan sebanding dengan dewa abadi fana.Namun, sekarang dia hanyalah roh liar yang sudah sangat lemah. Kekuatannya saat ini hanya setara dengan tingkat pengendali mantra, terlebih lagi dia hanya berwujud jiwa. Dia sama sekali bukan tandingan Arlo.Di bawah kek
"Ada urusan apa, Pak Dandy? Menurut aturan, Andre sekarang nggak bisa menerima tamu!" kata Jarwa.Dandy tidak berkata apa-apa, sementara Zaem juga menundukkan kepala. Jarwa mengerutkan kening.Saat itu, pemuda yang berdiri di tengah berkata, "Nggak ada hubungannya dengan mereka. Aku yang ingin datan
Kolam dingin yang telah dimurnikan oleh guntur itu tetap dipenuhi hawa dingin yang menusuk tulang.Arlo menduga di dasar kolam ini kemungkinan tersembunyi sesuatu yang lain. Tanpa ragu, dia langsung menyelam masuk, membuat Mohit dan Jivano terkejut.Tak lama kemudian, Mohit seperti teringat sesuatu
Namun, sebenarnya Arlo sejak awal juga tidak berniat menyembunyikannya.Sekarang dia langsung mengerti, sebagian besar dari orang-orang ini datang karena dirinya, lebih tepatnya karena Air Suci.Bahkan orang-orang dari Keluarga Kushanto di Kota Aramaya pun tertarik pada Air Suci. Dari situ sudah ter
Rayanza tertawa lepas. "Berapa nilainya nyawaku dan anakku ini? Setelah pernah berjalan di ambang kematian, sia-sia saja hidupku kalau masih nggak bisa bedakan mana yang lebih penting!"Fellis merasa terkejut dengan keputusan ayahnya, tetapi tidak menunjukkannya.Arlo tersenyum dan berkata, "Pak Ray







