Share

Bab 451

Penulis: Jayden Carter
Sekelompok pria berbaju hitam mengawal seorang pemuda masuk dengan langkah lebar.

Pemuda itu punya wajah dan aura yang sulit dijelaskan, seperti anak orang kaya yang kurang didikan, juga memancarkan kesan bengis ala bandit kejam.

"Aku Ian. Katanya Isyana tinggal di sini ya? Mana Isyana?"

Wajah Daniel langsung pucat pasi. Baru saja dibahas, orangnya sudah muncul.

Isyana juga terkejut, tidak menyangka mereka datang secepat ini.

"A ... aku!" jawab Isyana yang memaksakan diri tetap tenang.

Ian menat
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 600

    Namun, sebenarnya Arlo sejak awal juga tidak berniat menyembunyikannya.Sekarang dia langsung mengerti, sebagian besar dari orang-orang ini datang karena dirinya, lebih tepatnya karena Air Suci.Bahkan orang-orang dari Keluarga Kushanto di Kota Aramaya pun tertarik pada Air Suci. Dari situ sudah terlihat betapa besar daya tarik benda ini bagi keluarga-keluarga berkuasa.Baru berbicara beberapa kalimat saja, ponsel Luwandi sudah terus-menerus berdering.Arlo menggelengkan. Baru saja hendak berbicara, dari belakang terdengar suara wanita yang terkejut. "Pak Arlo! Lama nggak bertemu!"Arlo menoleh dan melihat Lidya serta Levin, lalu menggeleng. "Baru beberapa hari, 'kan?"Melihat Levin masih ingin berbicara dengannya, Arlo hanya bisa berkata kepada Luwandi, "Kamu urus saja urusanmu dulu. Aku masuk sama mereka saja."Luwandi mengangguk setuju, lalu berbalik dan berlari kecil ke dalam halaman.Lidya mengenakan gaun malam panjang merah dari merek ternama. Tatapannya kepada Arlo penuh kegembi

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 599

    "Hendy, kenapa kamu bawa begitu banyak orang datang?"Di pintu masuk, murid Keluarga Kardinegara yang bertugas menyambut tamu, Kensen, melihat rombongan Hendy, lalu segera menghampiri. Ketika melihat jumlah mereka hampir sepuluh orang, dia tak bisa menahan diri untuk bergumam pelan.Hendy sedikit canggung. "Halaman rumah Keluarga Kardinegara menampung seratus orang juga nggak masalah. Orang-orang dari keluargaku gampang diatur kok. Seharusnya nggak ada masalah, 'kan?""Ya ampun. Kamu juga harus lihat dulu situasinya hari ini," kata Kensen dengan suara pelan. "Master Antasari akan datang memberi ucapan selamat ulang tahun kepada Tuan Tua Keluarga Kardinegara. Begitu kabar ini tersebar, setengah dari orang-orang kaya terkenal di Provinsi Hareast langsung datang.""Banyak yang bahkan nggak punya undangan, tapi masing-masing punya nama besar. Kalau semuanya ditolak, orang-orang akan bilang Keluarga Kardinegara sombong dan merendahkan tamu.""Karena semakin banyak orang datang, Kak Luwandi

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 598

    "Aku memang Master Antasari," kata Arlo dengan tenang.Kedua saudari itu kembali berpandangan. Renata merasa jika terus tinggal di sini, dia akan mati karena malu. Dia mendesak sambil menepuk surat perjanjian cerai itu, "Sudah, jangan membual lagi. Cepat tandatangani! Aku yang sudah tua ini hampir kamu permalukan sampai mati!"Arlo melihat Renata sama sekali tidak mau mendengar, benar-benar keras kepala. Dia pun merasa wanita ini sudah tidak bisa diselamatkan lagi. 'Kalau begitu, seperti yang kamu inginkan!'Arlo menuliskan namanya di surat perjanjian cerai itu. Renata segera mengambil kertas itu, lalu pergi bersama Mahira.Begitu keluar dari klinik, Renata tak bisa menahan diri untuk berkata, "Untung saja bocah itu masih punya sedikit hati, nggak bilang ingin mengambil kembali rumahnya!"Mahira mengangguk dan berkata, "Besok setelah kita pulang dari pesta ulang tahun di Keluarga Kardinegara, kamu bawa saja surat perjanjian cerai ini kepada Isyana, bilang bocah itu ingin cerai dan suda

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 597

    "Ada apa?" Arlo memandang Renata dan Mahira yang datang. Alisnya langsung berkerut.Sekarang Renata sangat tidak puas terhadap Arlo. Sejak Arlo menghasilkan sedikit uang, sikapnya di hadapannya benar-benar sangat buruk, sama sekali tidak menunjukkan rasa hormat.Mahira berkata dengan kesal, "Bagaimanapun juga, kami ini orang yang lebih tua darimu. Wajah seperti itu kamu tunjukkan kepada siapa?"Kalau bukan karena menjaga muka Victor, Arlo sebenarnya bisa saja langsung mengusir dua wanita cerewet itu keluar."Kalau ada urusan, katakan saja."Renata semakin marah. Awalnya dia masih sedikit ragu. Rencana yang diberikan Mahira padanya memang sangat licik. Namun sekarang, amarahnya sudah memuncak. Dia tidak peduli lagi.Dia mengeluarkan surat perjanjian cerai yang sudah disiapkan dari dalam tas dan membantingnya di meja. "Isyana ingin cerai denganmu! Lihat ini, langsung saja tandatangani!"Arlo mengambil surat perjanjian itu dan membacanya sekilas. Isinya tidak lebih dari rumah yang sebelum

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 596

    Victor melirik putrinya dan mengacungkan jempol.Renata melihat bahwa ayah dan anak itu ternyata tidak ada satu pun yang setuju dengannya. Seketika, dia merasa malu sekaligus kesal, lalu berkata, "Aku ini ibu mertuanya, memangnya kenapa kalau aku memarahinya sedikit?""Kalau dia benar-benar punya hati, masa hanya karena aku mengatakan beberapa kata saja dia jadi nggak datang?""Menurutku, dia itu memang nggak tahu terima kasih! Cuma kalian berdua yang selalu bela dia!""Isyana, kamu juga nggak menyukainya. Menurutku kalian berdua lebih baik cerai saja. Nanti aku minta bibimu carikan pria yang lebih baik untukmu!"Kali ini, Isyana benar-benar marah. Dia berkata dengan kesal, "Bisa nggak, jangan ikut campur urusan kami berdua? Pernikahanku ini transaksi jual beli ya? Siapa yang menawar lebih tinggi, aku dijual ke dia? Ayah, hentikan mobilnya, aku pulang sendiri!"Victor benar-benar menghentikan mobil di pinggir jalan. Isyana langsung turun dari mobil dan pergi tanpa menoleh lagi.Renata

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 595

    Yusman masih sedikit waspada terhadap Master Antasari yang sedang sangat terkenal akhir-akhir ini. Dengan wajah serius dia bertanya, "Apa dasar yang membuatmu menilai bahwa Arlo adalah Master Antasari?"Hendy mengerucutkan bibirnya. "Arlo bekerja sama dengan Keluarga Soraya untuk mengembangkan obat baru, dan dia juga akrab dengan Sheila. Sheila sendiri memiliki hubungan yang cukup dekat dengan Omran.""Waktu dia mulai bangkit juga kebetulan sama dengan waktu sebelum nama Master Antasari menyebar ke seluruh Hareast. Bukankah itu terlalu kebetulan?"Yusman sama sekali tidak mengenal Arlo, jadi dia menoleh pada Daniel.Daniel menggelengkan kepala. "Itu cuma tebak-tebakanmu saja! Aku sudah bertanya dengan sangat rinci sama Bi Renata. Arlo itu hanya berhasil menyembuhkan penyakit Rayanza, lalu mendekati Fellis. Entah dari mana dia mendapatkan dua resep kuno dan meyakinkan Keluarga Soraya untuk berinvestasi!""Sedangkan hubungannya sama Sheila ... waktu itu Arlo cuma dibawa Isyana ke kedai t

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status