Tawa gila dan putus asa dari pria paruh baya yang sedang kucekik lehernya itu menggema menembus tirai hujan. Air hujan yang dingin membasahi wajah pucatnya, namun matanya membelalak lebar, memancarkan kemenangan mutlak dari seorang pengecut yang berhasil mencengkeram kelemahan musuhnya.Di belakangku, aku bisa mendengar suara payung hitam yang jatuh berdebum ke atas genangan air.Ayahku, Sang Obsidian Blade yang tak pernah gentar menghadapi ribuan pasukan, kini berdiri kaku. Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku melihat tangan besar ayahku gemetar saat memegang gagang pedangnya. Satu-satunya hal di dunia ini yang bisa membuat Raja Iblis itu bertekuk lutut adalah nyawa ibuku, Angeline."L-lepaskan aku, Tiran bodoh!" raung Pemimpin Sekte itu dengan suara serak, mencengkeram pergelangan tanganku yang masih mencekik lehernya. "Bersujudlah! Kalian semua! Potong lengan kanan kalian, dan bersujudlah di depanku sekarang juga! Jika tidak, aku akan menghentikan detak jantungku sendiri dengan
Baca selengkapnya