Jantung Selene berdebar keras.Dirian tidak main-main dengan ancamannya barusan, Selene tahu itu. Selama beberapa hari terakhir, dia bahkan tidak pernah menenangkan Selene, tidak sedikit pun menunjukkan keinginan pada bayi itu. Dan setiap kali Selene menantangnya, jawaban Dirian selalu lebih jelas, lebih tegas, lebih menolak. “Jika kau ingin marah, maka marahlah. Apa pun tidak akan mengubah keputusanku.”Suara Dirian datar, dingin, seakan semuanya baginya hanyalah logika.Selene masih menatapnya."Kau tidak tahu bagaimana rasanya melihatmu hampir mati Selene, Aku rasanya akan gila hanya untuk memikirkanya saja, jadi aku mohon Selene ini tidak sesederhana yang kau pikirkan."
ปรับปรุงล่าสุด : 2025-12-03 อ่านเพิ่มเติม