Dirian berdiri di sisi meja kerja, jemarinya bertumpu ringan di permukaan kayu gelap itu. Tatapannya tertuju pada peta wilayah yang terbentang, namun jelas pikirannya tidak sepenuhnya berada di sana.“Rafael,” katanya akhirnya, memecah keheningan. “Sekarang menjadi orang kepercayaan Tuan Moreau. Dia yang akan diberi tanggung jawab penuh atas panti sosial yang akan dibuka.”Mateo menghembuskan napas pendek, nyaris seperti desahan yang ditahan. “Pria bisu,” ucapnya pelan, “mantan guru musik, lalu tiba-tiba menjadi pengelola panti sosial.” Ia menggeleng kecil. “Topengnya terlalu rapi.”“Topeng terbaik,” sahut Dirian tanpa menoleh, “selalu tampak paling sederhana.”Bjorn menyilangkan tangan di dada, s
Read more