Share

670. Masochist

Author: Raisaa
last update Last Updated: 2026-03-01 12:00:24

Selene membalas dengan anggukan kecil, senyumnya tetap terjaga. “Kebetulan memang sering bekerja dengan cara yang aneh,” jawabnya.

Raze tersenyum tipis, senyum yang tidak sepenuhnya mencapai matanya. “Terlebih ketika seseorang berada di tempat yang tidak ia perkirakan akan menjadi… ramai.”

Selene menangkap makna di balik kata-kata itu. I

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Tety Juniarwati Saragih
Seperti nya Selene merasa bosan dengan Ritme kehidupan nya, Dan rasa bosan sering menjadi celah terjadinya Perselingkuhan ...... Tolong ya Thor, Jangan sampai ada agenda Selene silingkuh juga.Makin gak lambat dan tak beraturan Alurnya, Makin membosankan jugaa Thor
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!   685. Aku tidak bisa menerimanya

    Dirian mengangkat wajahnya perlahan, menatap Selene seolah keputusan itu akhirnya diucapkan setelah bertahun-tahun terpendam.“Hari itu,” katanya pelan, suaranya rendah dan penuh ingatan, “hari ketika kau menggantikan Viviene di pesta dansa topeng kekaisaran.”Selene tercekat.Wajahnya memucat sesaat, lalu matanya melebar.“Kau… kau tahu itu aku?” suaranya hampir tak terdengar, seperti takut jawaban itu benar.Dirian menunduk sedikit, bukan menghindar melainkan seolah memberi hormat pada kenangan itu.“Viviene,” katanya perlahan, “tidak pernah menari setenang dirimu.”Kalimat itu sederhana. Namun bagi Selene, rasanya seperti pintu yang dibuka paksa pada masa lalu yang ingin ia kubur dalam-dalam.Ingatan itu menghantamnya tanpa ampun.Malam itu malam yang dipenuhi cahaya, musik, dan topeng. Malam ketika Viviene pulang dalam keadaan mabuk berat, tertawa terlalu keras di lengan Rafael. Malam ketika Countess Moreau, ibu tirinya, menatap Selene dengan dingin dan berkata bahwa keluarga tida

  • Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!   684. Hari dimana aku jatuh cinta padamu

    Dirian tidak menyahut.Ia tetap diam ketika Selene mengatakan itu dan keheningan itulah yang justru membuka pintu ingatan yang selama ini ia kunci rapat.Bayangan masa lalu datang tanpa izin.Ia teringat Selene yang dulu sering ia abaikan. Terlalu sering. Bahkan saat gadis itu datang ke Mansion Moreau hanya untuk satu alasan: mencari Viviene. Selene berdiri di hadapannya dengan wajah yang memerah, kepala sedikit tertunduk, seolah takut jika tatapannya terlalu lama menetap di wajahnya. Ada sesuatu di mata itu getar halus yang tidak berani meminta, tidak berani berharap.Dan Dirian tahu.Ia selalu tahu.Sejak kecil, ia terbiasa membaca manusia. Reaksi, jeda napas, cara seseorang menahan emosi semua itu adalah bahasa yang ia pahami tanpa perlu diajarkan. Ia tahu Selene memiliki perasaan padanya.Namun saat itu, ada Viviene.Lalu untuk apa gadis kecil itu?Untuk apa perasaan yang tidak ia butuhkan dalam hidupnya?Begitu pikirnya dulu dingin, praktis, kejam tanpa ia sadari.Ia mengejar Viv

  • Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!   683. Akulah yang mengejarmu

    Ia menoleh ke arah Sven dan sopir, lalu mengangkat tangan sedikit isyarat yang tidak perlu dijelaskan.“Kalian tidak ikut,” katanya singkat. “Tunggu di sini.”Sven terkejut sesaat. “Yang Mulia—”“Aku menyetir,” potong Dirian tenang namun tidak membuka ruang bantahan.Sopir dan Sven saling berpandangan. Mereka tahu nada itu. Tidak ada perintah kedua.“Baik, Yang Mulia,” ujar Sven akhirnya, menunduk hormat.Dirian membuka pintu mobil sisi pengemudi, lalu berhenti sejenak menoleh ke Selene. “Masuk,” katanya pelan. “Jika kau mau.”Selene menatapnya. Lama. Seolah menimbang bukan soal mobil, melainkan keputusan untuk kembali duduk di samping lelaki itu.Akhirnya, tanpa sepatah kata, ia membuka pintu sisi penumpang dan masuk.Pintu tertutup.Sunyi.Dirian duduk di balik kemudi, menyalakan mesin. Suara mesin memecah keheningan, lalu mobil melaju perlahan meninggalkan halaman rumah sakit.Tidak ada musik dan tidak ada percakapan. Hanya suara jalan dan napas dua orang yang duduk terlalu dekat d

  • Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!   682. Sepuluh menit

    Sylar berdiri beberapa langkah darinya. Ia menyilangkan tangan, lalu melepaskannya lagi, gelisah.“Kak,” katanya akhirnya, suaranya lebih pelan dari sebelumnya, “aku melihat caranya menatapmu. Itu bukan tatapan orang yang sekadar tertarik pada pembicaraan.”Selene menarik napas dalam-dalam. “Kau terlalu peka,” jawabnya, meski suaranya sendiri terdengar lelah. “Tidak semua tatapan memiliki niat.”“Tidak,” sanggah Sylar cepat. “Tidak semua. Tapi tatapan itu aku mengenalnya. Itu tatapan seseorang yang sedang menilai, mempertimbangkan, dan… menunggu.”Selene menoleh. Kali ini ia benar-benar menatap adiknya. “Menunggu apa?”Sylar menggeleng perlahan. “Itulah yang membuatku khawatir. Aku tidak tahu.”Keheningan kembali turun. Mesin di samping Mona berbunyi pelan, stabil ironi yang pahit, karena justru ketidakstabilan terasa begitu nyata di dada mereka.“Kau tahu,” lanjut Sylar, lebih hati-hati, “aku tidak peduli siapa dia, setinggi apa pun kedudukannya. Jika dia hanya urusan bisnis, aku bis

  • Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!   681. Tidak seharusnya dikenal

    Wanita itu membeku.Kata-kata itu seperti paku yang menancap di dadanya, dingin dan dalam. Ia menelan ludah, jemarinya perlahan mencengkeram lipatan jubahnya sendiri, seolah kain itu satu-satunya penahan agar dirinya tidak runtuh di tempat.“Anda benar-benar menginginkannya?” tanyanya akhirnya. Suaranya nyaris bergetar, meski ia berusaha keras membuatnya terdengar datar.Pertanyaan itu sesungguhnya tidak membutuhkan jawaban. Ia sudah tahu. Dan justru kepastian itulah yang membuat dadanya terasa semakin sempit, napasnya seolah tertahan di antara tulang rusuk.Grand duke tidak menoleh. Tidak juga memperbaiki posisi duduknya. Ia tetap menatap ke luar jendela, ke arah cahaya kota yang perlahan menjauh dan memudar, seolah dunia di luar sana hanyalah latar belakang yang tidak terlalu penting.“Orang-orang seperti dia,” ucapnya perlahan, suaranya tenang namun sarat keyakinan, “tidak bisa diraih dengan paksaan.”Ia berhenti sejenak. Mobil melaju mulus, suara mesin menjadi satu-satunya bunyi y

  • Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!   680. Dalam genggamanku

    Jayreth mengangguk pelan. “Bukan sekadar menyebut namanya,” katanya hati-hati. “Cara dia berbicara terlalu sering, terlalu rinci. Seolah setiap percakapan, cepat atau lambat, kembali pada satu titik yang sama.”Sylar menghembuskan napas panjang. Jemarinya yang menggenggam tangan Mona mengencang tanpa ia sadari.“Itu… tidak masuk akal,” katanya akhirnya. “Tidak setelah semua yang terjadi.”“Pikiranku juga begitu,” sahut Jayreth lirih. “Grand duke bukan orang yang mudah teralihkan. Jika perhatiannya menetap, selalu ada alasan.”Sylar menunduk. Pandangannya jatuh pada wajah Mona yang pucat dan tak bergerak, lalu perlahan tanpa ia inginkan pikirannya melayang pada sosok lain. Kakaknya, Selene yang adalah Duchess Leventis.“Kakakku…” ucapnya pelan, seperti berbicara pada dirinya sendiri. “Dia bukan seseorang yang mencari perhatian. Dia bahkan sering menghindarinya.”Kalimatnya terhenti. Ada jeda yang berat di antara mereka.“Dan justru itu,” lanjut Sylar dengan nada bingung, “yang membuatk

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status