Qiang Jun, yang sebelumnya hanya terbaring koma dan di ambang kematian, kini berdiri tegap seolah tak pernah sakit sekalipun.Tatapan tajam pria itu beralih pada seorang wanita di tengah aula. Itu adalah istrinya, Ming Yue, yang tak sadarkan diri.Genggaman tangannya di gagang pedang semakin mengeras. ‘Yue, kenapa dia belum bangun?’ batin Qiang Jun bergetar lirih. Tak lama terdengar suara lain di belakangnya."A-ayah?"Qiang Suli mendongak perlahan, suaranya serak di tengah rasa sakitnya. Dengan sisa tenaganya ia memutar tubuh, tapi tak kuasa untuk bangkit, hanya bisa terlentang lemah.Qiang Jun kemudian berbalik. Putrinya, gadis cantik yang selalu ia beri kasih sayang dan cinta, kini penuh darah dan air mata.Akhirnya Qiang Jun berjongkok. Satu tangannya terjulur mengusap rambut putrinya dengan lembut."Maaf, Ayah terlambat, Suli," ucapnya dengan suara sedikit bergetar.Qiang Suli menggeleng pelan. "Aku, yang seharusnya minta maaf, sudah menusuk Ayah."Qiang Jun sama sekali tak menun
Dernière mise à jour : 2026-01-28 Read More