"Siap untuk hari pertamamu, Wil?"Akhirnya, setelah bertahun-tahun meninggalkan rumah dan anak-anak, kini Nirina bisa kembali pulang ke rumah. Bukan hanya dia, Wilson pun juga sudah pulang, kini mereka berkumpul di kota ini, tak peduli sudah dengan rumahnya sendiri-sendiri. "Siap, Ma. It's more better than aku harus balik praktek lagi." jawab Wilson yang seketika membuat Nirina menghela napas panjang. "Segitu takutnya kamu balik praktek jadi dokter, Wil." ucap Aji sembari mengunyah makanan. "Masalahnya, passionnya nggak ada, Pa." Wilson ikut makan, beberapa menit lagi ia sudah harus perjalanan ke kantor, memulai hidup baru dan profesi barunya. "Padahal di luar sana, ada anak yang kepengen punya gelar kayak kamu, Wil, hanya mereka terkendala biaya, jadi harus mengubur mimpinya begitu saja." desis Nirina lirih. Wilson mengangguk, mulutnya masih sibuk mengunyah makanan. "Di luar sana, juga ada anak yang bebas melakukan apa yang dia mau dan ingin, Ma. Dan mereka sekarang sukses deng
Read more