"Nggak bisa, ya?"Nara hanya tersenyum getir, menggeleng perlahan sebagai jawaban dari pertanyaan yang Elvan lemparkan padanya. Setelah merayu Andita, ia akhirnya bisa menukar shift jaga IGD dengan gadis itu. Nara jaga sabtu malam dan Andita, dia jaga di pagi harinya. Tidak sulit sebenarnya, siapa yang tidak mau malam minggu jalan-jalan? Seharusnya Nara bisa melakukan hal itu, dia sudah pulang jaga di sore hari, namun hanya demi sungkan menolak ajakan Elvan, Nara lebih memilih menukar shift jaganya. "Oke, maybe next time, Je. Sekalian nunggu film bagus rilis.""Sekali lagi maaf ya, Bang." ucap Nara jujur merasa tidak enak. Elvan tertawa, Nara menatap wajah itu. Meskipun kulit Elvan tidak seputih Wilson, namun lelaki ini masuk dalam kategori good looking. Dia tampan dengan kulit sawo matang khas Asia Tenggara-nya. Belum lagi rambutnya yang tebal dan hitam ... ah seandainya Nara tidak terlanjur terikat dengan Wilson, dapat Elvan pun tidak masalah.Eh! Mikir apa Nara ini? "It's okay,
Read More