"Apaan sih, Ma?"Wilson benar-benar jengah, ia mau mandi, sudah cukup lengket seluruh tubuhnya tapi Nirina, mendadak menyusul dan menggedor pintu kamar mandi. Wilson yang baru sempat melepas kemejanya, sontak membuka pintu kamar mandi, melemparkan sorot mata penuh protes pada Nirina. "Urus SIP-mu, Wil! Ngomong sama mama, kamu mau praktek di mana? Nanti dapet dua tahun, mama cariin rekomendasi buat lanjut PPDS!" ucap Nirina penuh semangat. Kening Wilson berkerut, ia menatap ibunya dengan tatapan tidak mengerti. "Yang mau balik praktek terus lanjut PPDS siapa sih, Ma?"Nirina mendengus, kini sorot matanya berubah gemas. "Jeje udah cerita ya, kamu udah nggak takut pegang pasien lagi, kan?" cecar Nirina dengan segera. Wilson mengusap kasar wajahnya, ada apa dengan ibunya ini? "Ma, keputusan Wilson udah bulat, Ma. Wilson nggak mau jadi dokter." jawabnya dengan teramat serius. "Wilson kan udah janji sama kakung pegang perusahaan, nggak kepikiran sama sekali mau lanjut praktek lah, amb
Read more