"Besok saya jemput Nara."Mereka sudah sampai di depan mess, sudah pukul sebelas malam, Wilson pun sudah sangat lelah, jadi memulangkan Nara adalah keputusan terbaik. "Terimakasih untuk hari ini, Mas." dalam tangan Nara ada satu kotak pastry, lengkap dengan segelas cup kopi latte. "Saya yang harusnya berterimakasih, Nara."Wilson menoleh, mata mereka bertemu. Wilson nampak mengubah posisi duduknya, satu tangannya melepas seat belt yang dia kenakan, sebuah tindakan yang membuat alis Nara berkerut. "Kemari, Nara!" titah Wilso yang makin membuat Nara kebingungan. Baru sedikit Nara menggeser tubuhnya, tangan Wilson meraih wajahnya, menariknya lebih dekat dan ... Cup! Nara lihat dan rasakan betul bibir itu menyapu bibirnya, begitu perlahan dan sangat lembut. Darah Nara berdesir, namun dia tidak diberi Wilson kesempatan untuk berkomentar atau menolak, Wilson melumat bibir itu tanpa ampun. Tubuh Nara menegang. Ia rasakan betul bagaimana Wilson melumat bibirnya, bahkan lidah lelaki itu
Read more