"Nggak ketemu sama Wilson, kan, tadi?" Bukan pertanyaan lain yang Nara dapatkan dari Fatima, malah pertanyaan yang ini! Ah, Nara lupa, perjanjian tentang bagaimana pernikahannya nanti dengan Wilson, hanya mereka berdua yang tahu. Lagipula untuk apa Wilson menemui dia? Mereka hanya bertemu ketika ada suatu hal yang hendak dibahas. Selain itu? Tidak ada! "Nggak ada, Bun. Jeje juga langsung pulang begitu ganti jam jaga." jawab Nara masih dengan sopan dan lembut. Siapa dia hendak ngambek atau bahkan ngamuk? Sudah dirawat, dibesarkan oleh Fatima saja harusnya dia berterimakasih. Fatima tersenyum, ia mengusap pipi Nara, memberi kode dengan lirikan mata. "Bunda tadi masak, Jeje cepet mandi, makan terus istirahat, ya!" sebuah suara manis yang langsung membuat mata Nara berbinar cerah, ia segera mengangguk, segala lelah dan pusingnya seketika hilang. Tanpa banyak bicara, Nara segera melesat ke kamarnya, patuh mengikuti perintah Fatima yang diberikan padanya. Nara memang sudah cu
Read More