Kevin Abimanyu Wisesa berdiri seperti patung cadas di lobi utama Cendikia Medika. Tangannya mengepal erat di saku jasnya yang sudah lecek, mencengkeram kain seolah itu leher musuh bebuyutannya. Sejak lima menit lalu, pandangannya tertuju pada satu titik di luar pintu putar rumah sakit, menyaksikan sebuah drama romantis yang baginya terasa seperti film horor tanpa akhir. Dadanya serasa dibakar, bukan oleh gerd akut, tapi oleh rasa panas yang membuncah dari ulu hati hingga tenggorokannya."Cih," desisnya tanpa suara, giginya bergemeletuk.Sebuah mobil sport hitam, yang baru beberapa bulan ini kerap jadi pusat perhatian di area parkir khusus staf, baru saja berhenti mulus. Bukan, bukan mobilnya sendiri, apalagi mobil Surya. Itu mobil dokter Leo Bima Adnyana , sialan. Sosok tinggi itu turun, tampak seperti biasa – rapi, tenang, dan… menyebalkan. Tapi kali ini ada yang berbeda. Bima tidak langsung masuk seperti terburu-buru oleh jadwal bedah genting. Tidak, dia berjalan memutar. Dan Kevin
Last Updated : 2026-01-12 Read more