Ruangan kafe mewah di kawasan Kemang itu tiba-tiba tercekat aroma pahit biji kopi Toraja yang kuat, bercampur dengan ketegangan yang pekat. Nuansa klasik yang disajikan kafe, dengan interior dominan kayu gelap dan cahaya temaram, justru terasa dingin dan kaku malam itu.Dr. Bima, mengenakan setelan jas kasual berwarna abu-abu, menatap residen asuhannya, dr. Kevin, dengan ekspresi tenang namun tanpa emosi yang terlihat. Di sisi lain meja, dr. Kevin, dalam balutan kemeja berwarna biru muda, tampak lebih gelisah, meski berusaha keras menyembunyikannya. Udara seolah menebal, mengisi setiap celah di antara mereka, mengisyaratkan suatu konfrontasi yang tak terhindarkan."Tinggalkan Lidia, Kev," ucap Dr. Bima dengan suara rendah, nyaris tanpa intonasi, namun tegas menusuk. Matanya yang tajam menancap lurus pada Kevin, seolah membaca setiap gelombang pikiran di balik raut wajah residen muda tersebut.Kevin mengangkat alisnya sedikit, rasa terkejut jelas terlukis pada raut wajahnya, disusul de
Last Updated : 2025-10-14 Read more