Beberapa hari setelah pemberkatan perkawinan kilat di gereja, kehidupan Lidia mendadak terasa seperti penjara, meski dalam sangkar emas. Dia kini resmi 'istri' Leo Bima Adnyana. Kata 'istri' itu terasa asing di lidahnya, seperti gaun yang terlalu besar atau sepasang sepatu yang menusuk tumit. Pagi itu, aroma kopi menyengat di dapur Bima. Lidia, dengan kemeja kebesaran Bima yang dipinjamkannya semalam, berdiri kaku di depan kompor. Membuat sarapan adalah perintah, bukan keinginan. Telur orak-arik dan roti bakar, seperti daftar tugas yang harus diselesaikan. Bima, sudah rapi dengan kemeja kerjanya, tiba-tiba muncul di belakangnya, menyematkan tangan di pinggang Lidia, dan menumpukan dagunya di bahu gadis itu. Tubuh Lidia menegang seketika.“Masakan istriku memang paling the best,” bisik Bima, mengecup pipi Lidia. Nada bicaranya santai, namun bagi Lidia, setiap sentuhan terasa seperti belenggu yang mengikatnya lebih erat.Lidia refleks melengos, &
Last Updated : 2025-10-18 Read more