Wajah Risma semakin memucat, tiba-tiba Alina merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan Risma. Ia pun memegang dahi Risma. "Tubuhnya sangat dingin, aku harus memberitahu Nolan," gumam Alina. Lantas ia pun pergi meninggalkan pondok untuk mencari Nolan dengan masuk ke dalam rumah. Baru memasuki rumah, ia merasa seperti kembali ke rumah lamanya. Bukan hanya desain rumahnya yang mirip, tapi dari warna cat dan tata letak perabot, semuanya terlihat sama. Tak berselang lama, Nolan muncul. "Apa yang terjadi?" Tanya Nolan, seperti bisa menebak apa yang terjadi. Alina langsung menjelaskan semuanya. "Kamu kembali dulu, temani Risma. Aku akan siapkan mobil dan barang bawaan Risma," kata Nolan, tanpa menunggu jawaban Alina, ia pergi dari tempat itu begitu saja. Banyak pertanyaan yang mengganjal dalam hati Alina, "apa yang sebenarnya terjadi? Apakah Risma sering mengalami hal seperti ini, kenapa Nolan tidak terlihat terkejut?"Alina pun buru-buru kembali ke pondok. Tak berselang lama, No
Ler mais