Share

Bab 179. Membuka hati.

last update publish date: 2026-03-13 01:55:14

Wajah Risma semakin memucat, tiba-tiba Alina merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan Risma.

Ia pun memegang dahi Risma.

"Tubuhnya sangat dingin, aku harus memberitahu Nolan," gumam Alina.

Lantas ia pun pergi meninggalkan pondok untuk mencari Nolan dengan masuk ke dalam rumah.

Baru memasuki rumah, ia merasa seperti kembali ke rumah lamanya.

Bukan hanya desain rumahnya yang mirip, tapi dari warna cat dan tata letak perabot, semuanya terlihat sama.

Tak berselang lama, Nolan muncul.

"Apa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Obsesi Gila Atasan Suamiku   Bab 213.

    Wajah Alina memucat. "Bukankah kita sekarang bertemu untuk melakukan transaksi?" Kata Alina dengan suara lembut seraya menekan amarahnya yang sudah membucah. Namun, Alina menyadari, kalau dia malah, ia malah semakin memprovokasi Liam. Makanya, sebisa mungkin transaksi ini harus berjalan secara profesional. Bayangan wajah putranya yang polos dan suaminya yang lemah terus menari-nari di benak Alina, membuat dadanya sesak setiap kali ingatan itu muncul. Matanya yang berkaca-kaca menatap tajam ke arah Liam, yang justru tertawa dingin, seolah semua penderitaan Alina hanyalah hiburan baginya. "Ternyata dari dulu kamu memang tak berubah, Alina. Masih polos, masih berharap penawar racun itu cukup untuk menyelamatkan suamimu," ejek Liam sambil melangkah mendekat, suara tawanya menggetarkan ruangan yang sunyi. "Kalau cuma urusan transaksi, mana mungkin aku membawamu ke vila terpencil di tengah hutan ini. Aku ingin kau mengandung anakku. Setelah itu, aku akan melepasmu. Aku tak butuh dua

  • Obsesi Gila Atasan Suamiku   Bab 212.

    Pagi itu, sinar matahari yang masuk melalui jendela besar kamar mansion menyapu lembut wajah Alina. Dengan tangan gemetar, ia mendekat ke ranjang bayi mungilnya yang tertidur pulas. Bibirnya menempel pelan di pipi halus yang baru sebulan ia lahirkan, terasa hangat dan rapuh di bawah sentuhannya. Air mata mulai mengalir, menggenang di sudut matanya. "Maafkan ibu, aku harus meninggalkanmu," bisiknya penuh sesak, suara serak oleh emosi yang tertahan. Tatapannya terus terkunci pada bayi laki-laki yang sangat mirip dengan suaminya. Hatinya remuk, rindu dan ketakutan bercampur menjadi satu. Tatapannya beralih ke arah suaminya, Kaiden, yang terbaring lemah di ranjang sebelah, tubuhnya dilingkupi alat medis yang tak henti berdengung dan berdenyut.Alina mendekat, mencium dahi Kaiden dengan lembut. "Suamiku, ku doakan keselamatan mu ... Aku mencintaimu," ucapnya lirih, seolah ingin menanamkan harapan terakhir di dalam hatinya yang rapuh. Matanya menahan perih saat menatap sosok pria yan

  • Obsesi Gila Atasan Suamiku   Bab 211.

    Hari berlalu di mansion Vino. Alina terbangun dengan mata yang masih berat, napasnya terengah saat menyadari betapa rindu dan cemasnya ia pada Kaiden yang terbaring kritis pasca operasi. Suara lembut Vino menarik perhatiannya. "Alina kamu sudah bangun?"Alina memegang kepalanya, "Vino, aku ingin bertemu Kaiden sekarang," suaranya serak, mencerminkan kegelisahan yang menggerogoti hatinya.Vino, yang duduk santai di sofa sambil menggendong bayinya dengan penuh kelembutan, mengangguk pelan. Tatapannya tenang, menenangkan, seolah ingin memberi kekuatan pada Alina. "Aku akan mengantarmu," ucapnya dengan suara lembut namun pasti.Lalu Vino menyerahkan bayinya pada pengasuh yang sudah siap siaga di sana. Alina mencoba bangkit, tubuhnya gemetar karena kelelahan dan kecemasan. Namun, tangan Vino dengan sigap menahan dan membimbingnya duduk kembali di kursi roda. Sentuhan itu terasa hangat, penuh perhatian. "Tenang dulu, Alina. Bayimu alergi susu sapi, aku sudah dapat ibu susu yang coco

  • Obsesi Gila Atasan Suamiku   Bab 210. Kaiden tertembak.

    Suasana tiba-tiba berubah tegang. Mata Alina membesar, terpaku pada pemandangan yang mengerikan di depan matanya. Di dalam mobil mewah yang bergetar hebat akibat dentuman peluru dan ledakan.Mata Alina terpaku pada suaminya. Kaiden terkulai dengan luka tembak di dada. Darah segar mengalir deras dari sudut bibirnya, membasahi kemeja putih yang dulu tampak rapi. Jantung Alina seolah berhenti sejenak, napasnya tercekat dalam dada.Dengan suara serak penuh kepanikan, Alina meraih gagang pintu, niatnya jelas untuk keluar dan menolong Kaiden, meski bahaya mengintai di luar. Namun, tangan Dylan menahan pergelangan tangannya dengan kuat namun lembut. "Nyonya, ini sangat berbahaya," ucap Dylan dengan nada tegas tapi penuh kekhawatiran, matanya menatap dalam ke arah Alina.Tangis tertahan pecah saat Alina menatap wajah suaminya yang memucat. "Kaiden sudah berjanji akan melumpuhkan musuh yang mengebom mansion… Kenapa dia malah tertembak?" suaranya pecah, air matanya mulai menetes, membasa

  • Obsesi Gila Atasan Suamiku   Bab 209. Pertarungan sengit.

    Alina dengan hati-hati meletakkan bayinya yang masih terlelap ke dalam tempat tidur bayi yang terpasang di mobil mewah itu. Matanya yang lelah tak bisa menyembunyikan kekhawatiran saat melihat dahi Kaiden berdarah, bekas benturan yang belum sempat ia bersihkan. Dengan gerakan lembut, Alina mengusap luka itu menggunakan saputangan kecil sambil tatapannya sesekali melirik ke arah mansion yang kini hancur berantakan, bagian depan dan tengah rumah mewah itu telah berubah menjadi tumpukan puing akibat ledakan bom musuh."Dengan semua ini, suamiku," suara Alina bergetar tapi penuh tekad, "aku tidak peduli seberapa berat perjuangan kita nanti. Setelah ini, kalau kamu benar-benar bisa menaklukkan Liam Arnold, aku ingin kamu menguras seluruh hartanya. Kita harus mengganti mansion kita. Jangan biarkan mereka menginjak-injak kebanggaan kita."Kaiden mengangkat kepala, tersenyum kecil dengan tatapan penuh keyakinan. Suaranya rendah dan mantap, "Renovasi itu receh, sayang. Aku sudah punya renca

  • Obsesi Gila Atasan Suamiku   Bab 208. Mansion di Bom.

    Waktu terus berlalu, sebulan terlewati penuh kebahagiaan oleh Kaiden dan Alina. Hari ini adalah acara syukuran bayi mereka. Seiring detik-detik menuju acara syukuran, mansion megah Kaiden berkilauan diterpa cahaya kristal dan lilin yang berbaris rapi di sepanjang lorong. Alina, dengan wajah yang kini tenang dan anggun, mengenakan gaun sutra berwarna pastel lembut yang mengalir menutupi tubuhnya yang sudah pulih. Ia duduk di kursi emas berukir di tengah ruangan utama, bayi kecilnya tertidur lelap di pelukannya. Senyum tipis menghiasi bibirnya saat para bangsawan kelas atas bergiliran mendekat, dengan senyum penuh kepura-puraan dan tatapan penuh perhitungan. Mereka berbisik manis, melontarkan pujian yang terdengar seperti duri tersembunyi, berusaha mendapatkan perhatian Kaiden yang berdiri tegap di samping Alina, sosok pria berwibawa dengan tatapan dingin yang memancarkan kekuatan dan kendali.Udara terasa tegang, namun gemerlap kemewahan dan musik klasik menutupi gelombang kecema

  • Obsesi Gila Atasan Suamiku   Bab 61.

    Setelah lima belas menit yang terasa seperti detik-detik penuh ketegangan, pintu kamar terbuka perlahan. Rita keluar dengan wajah yang berseri, rambutnya tersanggul rapi menambah kesan anggun yang terpancar dari setiap lekuk wajahnya. Di belakangnya, Risma yang pingsan dan di dudukkan di kursi ro

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Obsesi Gila Atasan Suamiku   Bab 65. Jonny yang berdiri.

    Air mata keluar dari pelupuk mata Risma. Sementara Vino hanya bisa menelan ludahnya yang kelu. "Aku nggak akan menyentuhmu jika kamu nggak mau. Aku nggak akan paksa kamu ... " Ujar Vino, walaupun sekarang ia ingin memaksa Risma. Tapi ia tidak ingin memberikan kesan buruk pada wanita itu.

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Obsesi Gila Atasan Suamiku   Bab 54. Mau di gugurkan.

    Alina terpaku sejenak, matanya membelalak seolah mencari kepastian dari kata-kata dokter Vino. "Ini nggak mungkin!!" suaranya bergetar, nyaris tak percaya dengan kenyataan yang baru saja didengar. Tangannya mencengkram erat ujung bajunya, kuku-kukunya menancap ke kain seolah ingin menahan badai e

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Obsesi Gila Atasan Suamiku   Bab 55.

    Tangan Kaiden dengan sengaja menyelusup ke dalam baju Alina, menjepit kulitnya dengan kekuatan yang membuat Alina menahan napas. Bibir Alina terkatup rapat, ia menggigit keras bibir bawahnya hingga rasa perih menyusup dan tetesan darah kecil mengalir turun. Kaiden cepat menangkap tetesan itu, tan

    last updateLast Updated : 2026-03-22
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status