Tepat saat itu, Leo yang sudah selesai mandi pun keluar dari kamar mandi dan melihat suasana yang canggung itu. Elisa sendiri juga menatap Leo sejenak. "Itu ... ponselmu berbunyi, Leo?" "Ah, maafkan aku!" seru Leo yang langsung melangkah cepat meraih ponselnya. Gary sendiri sudah melotot tegang. Bisa-bisanya Leo tidak mematikan nada deringnya. Leo terdiam sejenak melihat nomor Elisa, tapi ia tetap tenang dan berpamitan. "Hmm, aku permisi mengangkat telepon dulu, Bu Elisa!" pamit Leo yang buru-buru keluar kamar. Elisa hanya mengangguk karena ia masih menunggu teleponnya diangkat. Namun, sialnya tidak kunjung diangkat. "Oh, dia tidak mengangkat teleponku, Gary!" "Ah, haha, pasti dia sedang sangat sibuk, Bu. Dia tidak pernah libur walaupun hari libur. Dia juga belum menghubungi aku sejak pagi," dusta Gary. "Benarkah itu? Kalau begitu, aku mengirim pesan padanya saja." Gary mengangguk. Elisa pun langsung menulis pesannya."Selamat pagi, Pak Alexander Hartono. Aku dengan Elisa Wija
Read more