"Jadi kau menginap sekamar dengannya di sana, Bos?" Leo akhirnya menelepon Gary untuk mengalihkan hasratnya."Ya, Gary, tapi apa kau sudah mengirim informasi tentang Hijau Semesta padaku?" "Sudah, Bos. Ada di email. Pak Ronald itu pengusaha yang sangat keras, banyak yang mengeluh tentangnya, tapi dia sangat kaya, dan memang kalau bisa mendapatkan hatinya, proyeknya akan sangat lancar. Kalau kau bisa mendapatkan hatinya, dapatkan dia untuk Hartono Group, jangan Wijaya Group, Bos!" "Itu urusan mudah, Gary! Biar aku bicara dengannya dulu besok. Tapi sudah dulu, Elisa sudah selesai mandi!" "Ah, baiklah, Bos! Tapi ingat pesanku, jangan mantap-mantap lagi, sudah cukup. Kau kan sedang berpura-pura, jangan terlalu menikmatinya. Nanti ...." Belum selesai Gary bicara, tapi Leo sudah menutup teleponnya sampai Gary kesal sendiri. "Ah, dia menutup teleponnya. Aku paling benci kalau seperti ini, setiap dia tidak suka pembahasanku, dia akan menutup teleponnya, dia pasti berniat meniduri Bu Elis
Read more