Share

Milikku Besar

Auteur: Mommykai22
last update Date de publication: 2026-03-07 18:26:37

Leo bahkan tidak memberi Elisa waktu untuk bersiap ketika bibir pria itu tiba-tiba menyentuh bibirnya.

Bukan hanya menempel, tapi pria itu memagut bibir Elisa sampai Elisa tersentak kaget dan marah.

"Beraninya kau menciumku!" Elisa refleks bangkit berdiri dan mendorong dada Leo.

Plak!

Satu tamparan mendarat di pipi Leo sampai wajah tampan itu menoleh.

Napas Elisa memburu, wajahnya seketika memerah karena malu dan marah. Ini ciuman pertamanya dengan pria lain selain suaminya.

Leo sendiri ter
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Berbagilah Denganku

    "Bu Elisa?" "Aku baik-baik saja, Leo!" Elisa dan Leo sudah berdua di dalam mobil. Setelah mendengar percakapan Eddy dan ibunya, Elisa tidak menunggu lama untuk pergi dari sana, tapi ia tidak tahu harus ke mana. Ia hanya meminta Leo mengajaknya pergi tanpa tahu tujuan. Leo pun menyetir mobilnya sambil terus melirik Elisa makin iba. Bahkan mertuanya tidak menyukai Elisa. Bagaimana selama ini Elisa menghadapi semuanya?"Aku tahu Anda tidak baik," sahut Leo akhirnya. Elisa tertawa kesal. "Jangan sok mengenalku, Leo! Aku sudah bilang aku baik-baik saja!" "Nyatanya aku tahu Anda tidak baik-baik saja, Bu. Jangan selalu memendam semuanya sendirian, Anda harus mengeluarkannya agar Anda lega."Elisa kembali tertawa nanar. "Siapa yang bilang aku memendam? Aku tidak memendam apa pun. Aku hanya malu karena kau harus mendengar semuanya. Pasti kau menganggap aku menyedihkan kan?" Suara Elisa mulai bergetar. Leo tidak menjawabnya dan hanya lanjut menyetir. "Aku tidak tahu mana yang lebih menye

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Anggapan Tentang Dirinya

    Langkah Leo terhenti. Untuk sepersekian detik, tatapannya menegang mendengar nama Hartono dipanggil. Begitu juga dengan Elisa yang berhenti melangkah. Keduanya menoleh tepat saat Wira juga menoleh. Suasana pun hening sejenak saat lagi-lagi tatapan Wira dan Leo bertemu. Untungnya, pria yang memanggil Hartono tadi langsung menghampiri pria lain yang merupakan cleaning service di sana. "Pak Hartono kan? Yang tadi membersihkan kamar ibuku kan? Apa Bapak ada melihat handuk coklat di kamar? Kami sudah mencarinya ke mana-mana tapi tidak ketemu," seru pria tadi. Seketika Leo mengembuskan napas leganya, walaupun ia tetap menjaga ekspresinya datarnya. Wira yang tidak mendapatkan apa yang ia mau pun memicingkan matanya, sebelum melangkah pergi dari sana. Begitu juga dengan Elisa yang langsung naik ke mobil. "Kupikir dia memanggil siapa. Lagi-lagi Hartono.""Begitu banyak nama yang sama di dunia ini, Bu," sahut Leo yang langsung melajukan mobilnya pergi dari sana. Elisa hanya mengangguk. I

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Sang Algojo

    "Bagaimana kondisi ayahku, Dokter?" Arman langsung siaga begitu dokter selesai memeriksa Darmawan. Semua anggota keluarga sudah berkumpul di rumah sakit. "Pak Darmawan mengalami syok ringan dan tekanan darahnya sempat naik tadi, tapi saat ini, kondisinya sudah stabil. Ada otot yang tertarik di bagian kakinya, mungkin akan terasa tidak nyaman, tapi sejauh ini tidak ada kondisi yang berbahaya."Semua orang langsung bernapas lega mendengarnya. "Syukurlah kalau begitu, Dokter. Apa ayahku bisa langsung pulang?" "Kami sarankan opname dulu setidaknya dua hari untuk memantau kondisinya, Pak. Kakinya belum boleh banyak bergerak." "Ah, baiklah, tidak masalah." "Tapi perlu diketahui, umur Pak Darmawan sudah tidak muda dan ada riwayat jantung, kondisi seperti panik berlebihan atau tekanan emosional berat bisa memicu hal yang lebih serius ke depannya. Jadi tolong dijaga agar jangan sampai terulang lagi." "Kami mengerti, Dokter. Terima kasih!" Sang dokter mengangguk, sebelum pergi dari sana.

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Aroma yang Sama

    "Kak Eddy!" Susan dan Hilda sama-sama panik mendengar alarm tadi. Mereka juga ngos-ngosan saat melarikan diri. Dan begitu melihat Eddy yang sudah berkumpul di parkiran, Susan tidak bisa menahan perasaannya. Susan berlari dan memeluk Eddy begitu saja. Tubuh Susan menempel erat pada Eddy, tangannya melingkar di pinggang pria itu seolah takut kehilangan. Bahkan setelah beberapa detik berlalu, pelukan itu tidak juga lepas."Aku takut sekali tadi. Aku pikir akan terjadi sesuatu padamu, Kak." Suara Susan terdengar gemetar. Wajahnya pucat seperti benar-benar ketakutan.Eddy sendiri sempat membeku sebelum perlahan melepas tangan Susan dari tubuhnya."Aku tidak apa-apa," jawab Eddy pelan. "Tapi jangan begini, Susan."Susan yang didorong pelan langsung menggerutu tidak suka. "Mengapa kau mendorongku, Kak Eddy?" "Ada banyak orang di sini, Susan!" geram Eddy sambil mendesis agar tidak ada yang mendengar percakapan mereka. Hilda sendiri langsung menyapa Arman dan Darmawan. "Arman, Ayah, syuku

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Dipeluk Wanita Lain

    Leo melangkah cepat masuk ke ruangan Eddy. Sebagai asisten yang baik, tentu saja ia harus mengutamakan keselamatan bosnya. Dan saat ia masuk ke sana, Eddy sudah terlihat panik sendiri. "Pak Eddy, kita harus segera evakuasi!" "Leo, aku tahu! Tapi untung kau di sini! Laptopku! Aku membelinya mahal sekali! Bantu aku membereskannya dan membawanya keluar dari sini!" Saat mendengar suara alarm kebakaran meraung-raung, dalam pikirannya hanya satu, menyelamatkan dirinya sendiri. Persetan dengan istri, mertua, apalagi selingkuhannya. Leo pun langsung mengangguk dan membantu Eddy berkemas dengan cepat, tapi saat Eddy sudah melangkah keluar, Leo memanggilnya. "Bu Elisa, Pak!" Eddy langsung berdecak. "Kau saja yang membawanya keluar! Aku duluan!" Eddy melangkah tanpa menoleh lagi, ia menerobos kerumunan dan memarahi siapa pun yang menghalangi jalannya. Leo yang melihatnya sampai tertawa kesal. Bahkan saat harus dihadapkan pada hidup dan mati, Eddy lebih memilih menyelamatkan dirinya sendi

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Kepanikan

    Seorang pria berbaju teknisi sedang berdiri sambil mengenakan masker di ruang panel listrik kecil dekat area gudang arsip lantai dua. Bukan teknisi biasa karena pria itu merupakan orang suruhan Leo. Saat Leo masuk ke Wijaya Group, ia tidak sendiri, tapi ia membawa dua anak buahnya, yang satu di bagian finance untuk mencari celah menghancurkan perusahaan itu. Dan satu lagi, di bagian teknisi karena teknisi selalu punya akses yang lebih luas ke semua divisi saat diperlukan. Pria itu menatap jam di pergelangan tangannya, lalu membuka kaleng kecil berisi alat simulasi asap untuk pengujian detektor kebakaran.Biasa dipakai teknisi, tidak berbahaya, dan tidak menghasilkan api sungguhan. Hanya asap pekat khusus untuk mengetes sensor.Pria itu mengarahkan sedikit asap ke detektor. Tanpa menunggu lama, lampu merah berkedip dan alarm aktif.Tit tit tit.Misi sukses. Pria itu langsung merapikan peralatannya dengan tenang, seolah baru saja menyelesaikan pekerjaan seperti biasa. Tidak ada kors

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status