Share

Kejam

Author: Mommykai22
last update publish date: 2026-06-04 13:26:13

"Bagaimana beritanya bisa menyebar begitu cepat, Leo? Aku benar-benar tidak memberitahu siapa pun."

Leo menjenguk lagi ke rumah sakit malam itu dan memberitahu Elisa tentang gosip yang beredar. Elisa sendiri sudah tahu duluan dari internet dan dari pesan-pesan yang masuk ke ponselnya dari kolega bisnisnya.

"Sejak tadi ponselku tidak berhenti berbunyi sampai aku stres sendiri, aku belum tahu harus membalas apa," imbuh Elisa.

"Aku juga tidak tahu bagaimana ini bisa begitu cepat tersebar, Bu. A
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Berhati Malaikat

    "Aku Rendra Kusuma, wartawan dari TV Satu dan majalah Satu Bisnis, ingin melakukan klarifikasi bahwa semua berita yang aku tulis tentang perselingkuhan yang terjadi di Wijaya Group sama sekali tidak benar." Pagi itu, berita dikejutkan dengan wartawan yang pertama kali menulis tentang berita perselingkuhan Wijaya Group akhirnya melakukan klarifikasi secara online bahwa semua hanya direkayasa. Ia mengaku melakukan semuanya demi uang. Publik langsung heboh, beberapa kolega meminta maaf karena sudah meragukan Eddy dan Susan, tapi saham milik keluarga Wijaya tetap anjlok dan beberapa kolega sudah terlanjur membatalkan kerja sama karena aib dalam keluarga itu. "Akhirnya dia mencabut beritanya! Oh, akhirnya wartawan brengsek itu mencabut beritanya!" seru Hilda begitu lega. Susan masih tidak berani bicara apa pun karena tatapan tajam Arman dan Darmawan di rumah besar itu. "Puas kalian? Kalian selalu membuat masalah dan harus aku yang menyelesaikannya? Mengapa kalian harus ada di dalam ke

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Kejam

    "Bagaimana beritanya bisa menyebar begitu cepat, Leo? Aku benar-benar tidak memberitahu siapa pun." Leo menjenguk lagi ke rumah sakit malam itu dan memberitahu Elisa tentang gosip yang beredar. Elisa sendiri sudah tahu duluan dari internet dan dari pesan-pesan yang masuk ke ponselnya dari kolega bisnisnya. "Sejak tadi ponselku tidak berhenti berbunyi sampai aku stres sendiri, aku belum tahu harus membalas apa," imbuh Elisa. "Aku juga tidak tahu bagaimana ini bisa begitu cepat tersebar, Bu. Aku mendapatkan semua buktinya dengan sangat privat dan aku bisa memastikan tidak ada data yang bocor dariku." "Aku percaya padamu, Leo! Aku tahu kau tidak mungkin melakukan hal yang menyakiti aku," sahut Elisa begitu tulus. Leo sampai terdiam sejenak mendengarnya. Di satu sisi, untung saja bukan ia yang menyebarkannya, tapi di sisi lain, Elisa tidak tahu kalau Leo bisa saja melakukan hal yang lebih menyakitkan. "Lalu apa yang akan Anda lakukan, Bu? Apa Anda akan melindungi Pak Eddy?" "Tidak!

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Gosip yang Beredar

    Suasana langsung hening saat Leo merasakan ponselnya berbunyi. Elisa sendiri juga menatap Leo sejenak. "Itu ... ponselmu berbunyi, Leo?" "Ah, maafkan aku!" seru Leo yang langsung bangkit berdiri dan memegang kantongnya. Gary sendiri sudah melotot tegang. Bisa-bisanya Leo tidak mematikan nada deringnya. "Hmm, aku permisi mengangkat telepon dulu, Bu Elisa!" pamit Leo yang buru-buru keluar kamar. Elisa hanya mengangguk karena ia masih menunggu teleponnya diangkat. Namun, sialnya tidak kunjung diangkat. "Oh, dia tidak mengangkat teleponku, Gary!" "Ah, haha, pasti dia sedang sangat sibuk, Bu. Dia belum menghubungi aku sejak pagi," dusta Gary. "Benarkah itu? Kalau begitu, aku mengirim pesan padanya saja." Gary mengangguk. Elisa pun langsung menulis pesannya."Selamat pagi, Pak Alexander Hartono. Aku dengan Elisa Wijaya. Maaf aku mengganggu waktunya. Aku ingin berterima kasih atas lukisan yang Anda berikan padaku lewat Gary. Lukisan itu sangat berarti dan aku sangat senang menerimany

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Bunyi Ponsel

    Hilda berlari cepat keluar dari kamar begitu mendengar teriakan Darmawan. Dan ia pun langsung memekik kaget saat melihat Susan dan Eddy ditampar. "Akhh! Jangan, Ayah! Jangan!" Hilda langsung menarik Susan bersamanya. "Bagaimana caramu membesarkan anakmu, hah, Hilda? Kau membesarkannya agar menjadi sama sepertimu? Perebut suami orang, hah?" Hilda membelalak dan terdiam. Semua cerita masa lalunya memang sudah diketahui oleh Darmawan. "Grandpa, maafkan aku! Maafkan aku! Tapi Elisa hanya salah sangka, ini tidak seperti yang dikatakannya, Grandpa!" Susan masih berusaha membela dirinya dan menyentuh tangan Darmawan. Namun, Darmawan langsung mengempaskan tangan itu sampai Susan terhuyung. "Semua sudah ketahuan, tapi kalian masih berani membela diri, hah? Kalian ... akhh ...." Darmawan memegangi dadanya yang berdenyut."Ayah!" "Grandpa!" "Cukup! Cukup untuk hari ini karena kalian sudah memberikan tekanan yang begitu berat untuk Grandpa! Lebih baik kalian kembali ke kamar dan jangan

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Diusir

    "Apa yang kau katakan, Leo?" Setelah terdiam cukup lama mendapatkan pertanyaan mengejutkan dari Leo, akhirnya Elisa menjawabnya. Ia salah tingkah dan wajahnya makin panas. Elisa pun memalingkan wajahnya. "Aku serius, Bu. Kalau aku menyukai Anda, apa Anda akan menerimaku? Atau aku terlalu rendah untuk bersama Anda?" Leo menatap Elisa lekat-lekat. Elisa sendiri langsung menoleh lagi menatap Leo dan menggeleng. "Tidak, Leo! Jangan pernah merasa dirimu rendah, kau sama sekali tidak rendah." "Kalau begitu, aku bisa bersama Anda?" "Tidak!" jawab Elisa cepat. "Maksudku, kau tahu sendiri aku sudah menikah kan? Pertanyaanmu itu sangat tidak masuk akal," jawab Elisa lagi dengan suara bergetar. Di satu sisi hatinya, tentu saja ia tidak berpikir berakhir dengan Leo. Namun, di sisi lain hatinya, mengapa ia menginginkannya. Leo sendiri terus memicingkan matanya menatap Elisa. Ada semburat di pipinya yang menandakan Elisa salah tingkah. "Bukankah Anda yang bilang akan bercerai dari Pak Eddy?

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Diterima Atau Tidak?

    Elisa tahu Leo di sana, menemaninya sejak tadi. Leo sudah biasa melakukannya. Tapi Elisa tidak pernah berpikir untuk meminta Leo menginap dan menemaninya. Elisa sampai menatap Leo tidak percaya. "Apa? Kau mau menginap, Leo? Tapi bagaimana dengan nenek dan adikmu? Jangan meninggalkan mereka sendirian!" seru Elisa tanpa bisa dicegah. Leo tampak tenang. "Mereka aman, Bu. Justru menjaga Anda adalah tugasku." Darmawan mengangguk mendengarnya. Ternyata Leo lebih baik daripada yang ia pikir. "Baguslah kalau ada yang menemani Elisa, ayo kita pulang saja, Ayah! Ayah tidak boleh terlalu lelah!" seru Arman lagi yang sama sekali tidak peduli Elisa ditemani siapa. Terkadang, seorang ayah bisa khawatir kalau anak perempuannya sendirian. Mereka juga bisa khawatir kalau anak perempuannya ditemani oleh pria asing. Namun, itu tidak berlaku untuk Arman. Entah sebenci apa Arman sebenarnya pada Elisa sampai pria itu bisa tidak peduli sama sekali. "Ayah benar lagi, Grandpa! Leo akan menemaniku, jadi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status