Setelah menerima pesan dari Dastan, Moza tidak membalas. Sebab, tidak ada kata-kata yang pantas untuk menanggapi pemberitahuan tersebut.Pikiran Moza justru melayang pada permohonannya sendiri beberapa hari lalu, dalam keadaan putus asa.Sekarang, ia mengerti. Dastan mengizinkan Kayden ikut bukan karena kemurahan hati, tetapi sebagai jaminan. Dengan memiliki Kayden, Moza terikat. Tidak bisa kabur. Tidak bisa menolak. Dengan kata lain, Kayden adalah sandera dalam pernikahan kontrak ini.Namun, kali ini Moza tidak punya pilihan. Jika pernikahan adalah harga yang harus dibayar untuk perlindungan Dastan, maka ia akan menerimanya.Beberapa menit kemudian, Zeron masuk dengan sikap profesionalnya. "Nyonya, apakah Kayden baik-baik saja?""Iya, dia sudah tertidur." Moza berdiri, suaranya lebih tegas dari yang ia kira. “Pak Zeron, besok saat dokter datang, saya akan minta Kayden diizinkan pulang. Tidak perlu menunggu lusa," pungkas Moza.“Dan, saya minta Anda segera memesan tiket pesawat untuk
Last Updated : 2025-12-15 Read more