Selama beberapa detik, tubuh Moza membeku. Pengakuan Dastan di tengah penyatuan mereka, membuat otaknya terasa buntu. Meski ia sudah meyakini bahwa Dastan adalah ayah putranya, tetapi pengakuan yang begitu tiba-tiba ini terasa seperti hantaman telak.Cairan bening pun menetes dari ujung mata Moza, mengalir melewati pelipis dan membasahi bantal di bawahnya. Itu adalah tetesan air mata dari hati yang remuk redam. Bagaimana mungkin pria yang sedang memenuhi dirinya dengan kehangatan, mengaku mencintainya, adalah orang yang sama, yang membiarkannya hidup dalam penghinaan selama bertahun-tahun.Melihat air mata Moza, hati Dastan dirundung rasa bersalah.Dalam posisi yang masih menyatu erat, ia mengusap jejak air mata di pipi Moza dengan ibu jari. Kemudian, ia mengecup lembut sudut mata sang istri, seolah ingin menelan semua kesedihannya"Aku akan menghapus semua kenangan buruk itu, dan menggantinya dengan kenangan indah," bisik Dastan, suaranya bergetar oleh emosi.Moza merasakan pertenta
Last Updated : 2025-12-28 Read more