Melihat Rezon yang masih bungkam dengan wajah mengeras, Estella mengulas senyum kemenangan. Ia merasa telah memegang kendali penuh atas pria di depannya."Aku yakin kau pasti akan membuat pilihan yang bagus, Rezon. Kau terlalu cerdas untuk menghancurkan kariermu sendiri," ujar Estella dengan nada merayu.Alih-alih menjawab, suara desisan yang tajam keluar dari bibir Rezon.Tanpa peringatan, pria itu kemudian mengulurkan tangan dan meraih dagu lancip Estella. Menjepitnya dengan kuat menggunakan ibu jari dan telunjuknya."Kau benar," tukas Rezon dengan suara bariton yang tenang. Namun, justru ketenangan itulah yang terasa mematikan.Rezon mendekatkan wajahnya, hingga Estella bisa merasakan hembusan napas pria itu di kulitnya. "Dengarkan baik-baik, pilihanku adalah …. tidak menerima kedua penawaran busukmu. Abigail sudah sangat bahagia menjadi anak Kak Dastan, dan aku tidak akan membiarkan siapapun, termasuk kau, merusak kebahagiaannya."Estella mendengus, mencoba menutupi kegugupannya.
Last Updated : 2026-01-01 Read more