Share

Siasat Licik

Author: Risca Amelia
last update publish date: 2026-01-01 16:46:45

Seakan baru tersadar dari keterkejutan yang sempat melumpuhkan logikanya, Rezon maju selangkah. Pandangannya yang semula lelah mendadak berubah menjadi sedingin es di kutub utara.

Mata Rezon menyipit tajam, memancarkan aura mematikan yang membuat suasana di lobi terasa mencekam.

"Tidak ada lagi yang perlu dibicarakan di antara kita," desis Rezon menyerupai sebuah geraman.

"Lebih baik kau tinggalkan apartemen ini, sebelum aku menyuruh security menyeretmu keluar secara paksa."

Namun, Estella buk
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (6)
goodnovel comment avatar
Culuu Culkeng
rezon ada elbara sang pengacara , ada dastan juga , minta bantuan ke saudara mu , kalau kamu bisa selesain sendiri si estella gak usah minta bantuan saudara mu
goodnovel comment avatar
Dewi Ayunda
di singkirkan atau di habisi kan mampu dgn uang dan kekuasaan kok mlh dibiarkan ceritanya kyak orang lumpuh yg tak pnya daya, skali² bkin cerita itu pkai logika dikit biar ceritanya kyak orang waras
goodnovel comment avatar
Fitrianingsih
aku rasa rezon gak bakal mau ikut kerja sama,secara rezon cinta sama moza, trus rezon juga gak punya hati buat estela,pasti ngambil jalan tengah
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Kekuatan Cinta (THE END)

    Resepsi pernikahan adik-adik Dastan digelar di sebuah restoran taman yang mewah. Usai rangkaian acara dan ramah tamah dengan tamu undangan, musik beralih ke irama yang lebih romantis. Dua pasang pengantin segera maju ke tengah untuk melakukan first dance. Kageo dan Aya berdansa dalam gaya waltz.Meskipun gerakan mereka selaras, Kageo berkali-kali melirik ke arah pintu keluar. Keinginan untuk meninggalkan keramaian sudah berada di ubun-ubun.Kageo mendekatkan wajahnya ke telinga Aya, membisikkan kata-kata dengan suara lirih yang hanya bisa didengar oleh gadis itu. "Aku ingin segera berduaan denganmu, Sayang. Keramaian ini membuatku sesak."Aya hanya bisa tersenyum malu, wajahnya merona merah di balik veil yang sudah disingkap. Detik selanjutnya, Kageo membimbing Aya menuju kursi utama, di mana Tuan Markus dan Dastan sedang duduk mengawasi."Opa, Kak Dastan," Kageo membungkuk hormat, sengaja menunjukkan ekspresi lelah yang dibuat-buat. "Aku dan Aya harus undur diri lebih awal. Tiba-

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Lebih Banyak Tuan Muda

    Hari-hari berikutnya berlalu dengan kesibukan yang luar biasa bagi Dastan. Sebagai kepala keluarga, ia memikul tanggung jawab besar untuk memastikan kebahagiaan seluruh adiknya. Pertama, ia menemani Rezon melamar Izora secara resmi di hadapan ibunya. Sebuah pertemuan penuh haru yang menandai awal perjalanan baru bagi sang dokter bedah.Tak berhenti di situ, Dastan secara khusus mendatangi Tuan Baskoro, ayah kandung Reva. Petinggi partai politik yang berpengaruh itu menerima sang CEO dengan tangan terbuka.Mengingat integritas keluarga Limantara, Tuan Baskoro dengan penuh keyakinan merestui rencana pernikahan Reva dengan Elbara.Di akhir pekan, Dastan mendampingi Elzen menemui Tuan Edward Wangsa, ayah dari Brielle.Dalam perkenalan keluarga tersebut, Dastan memutuskan untuk menanamkan investasi besar pada perusahaan keluarga Wangsa sebagai pengikat hubungan. Melihat nama besar dan kemantapan finansial keluarga Limantara, Tuan Edward tak kuasa untuk menolak calon menantu seperti Elzen

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Merindukan si Kembar

    Suasana di ruang tengah Mansion Limantara masih dilingkupi kesunyian.Moza duduk di sofa dengan jemari yang saling bertautan erat, matanya tak lepas dari arah koridor menuju ruang kerja.Kegelisahan terpancar jelas dari raut wajahnya. Moza tahu betapa dalamnya luka dan dendam yang selama ini membentengi hubungan Dastan dan Kageo.Reva, yang duduk di sampingnya, mengulurkan tangan dan menyentuh bahu Moza dengan lembut. Ia bisa memahami keresahan yang tengah melanda hati sahabatnya."Tenanglah, Moza," bisik Reva memberi dukungan. "Aku yakin suamimu bisa menyelesaikan masalah ini dengan baik. Dastan adalah pria yang bijaksana, dan kehadiran Dokter Cahaya pasti membawa pengaruh positif bagi mereka semua."Moza mengangguk perlahan, meski napasnya masih terasa pendek. "Aku hanya berharap tidak ada lagi dendam, Reva. Keluarga ini harus bersatu."Tak lama kemudian, kesunyian itu pecah oleh derap langkah kaki yang berirama dari arah koridor. Suaranya terdengar kompak, tidak ada kesan terburu-bu

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Dendam Telah Berakhir

    Tuan Markus memandang Kageo dan Cahaya dengan sorot hangat, lalu meminta mereka duduk di meja makan. "Thalia, tolong siapkan hidangan lagi untuk Kageo dan istrinya. Mereka pasti lelah setelah menempuh perjalanan jauh," perintah Tuan Markus.Sambil menatap Kageo, sang kepala keluarga itu menambahkan, "Kageo, kau dan istrimu beristirahatlah setelah makan. Besok pagi, kita bicara lagi. Ada banyak hal yang ingin Opa dengar darimu.""Baik, Opa," jawab Kageo patuh.Tuan Markus memberikan isyarat kepada perawatnya untuk mendorong kursi rodanya kembali ke kamar. Begitu pria tua itu berlalu dari ruang makan, ketegangan kembali merayap di antara para pria Limantara. Rezon adalah yang pertama bersuara. "Kageo, apa kau sudah melakukan transfusi darah selama menghilang?""Sudah, Kak. Cahaya yang membantuku dan memastikan aku mendapatkan penanganan yang tepat," jawab Kageo sambil melirik istrinya.“Selama ini, aku bersembunyi di rumah kakekku, di Desa Sentana. Aku juga menikah dengan Cahaya di s

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Aku Sudah Menikah

    Kegembiraan yang nyata memancar dari wajah renta Tuan Markus. Matanya yang semula sayu karena kantuk, mendadak berbinar terang mendengar nama cucu bungsunya.Pria tua itu lantas menepuk sandaran kursi rodanya dengan penuh semangat."Kageo? Kenapa anak itu harus minta izin segala? Bukankah ini adalah rumahnya sendir?” tanya Tuan Markus dengan suara yang lebih bertenaga. “Thalia, cepat suruh Kageo masuk dan bergabung dengan kakak-kakaknya di sini. Jangan biarkan dia menunggu di udara malam!"Mendengar ucapan sang kakek, ekspresi Dastan berubah seketika. Ada ketegangan yang terlihat jelas dari cara ia mengepalkan tangannya di samping tubuh. Baginya, pertemuan ini adalah bom waktu yang bisa meledak kapan saja bila tidak ditangani dengan kepala dingin."Opa, biar aku yang menemui Kageo di depan," ujar Dastan.Moza segera bangkit berdiri untuk mengikuti suaminya. Rezon, Elbara, dan Elzen serentak hendak menemani sang kakak. Akan tetapi, Dastan mengangkat tangannya, memberi isyarat agar m

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Kedatangan si Bungsu

    Suara serak milik Tuan Markus memecah keheningan di ruang tengah mansion. Pria tua itu menatap cucu-cucunya dengan binar mata yang lembut."Aku senang melihat kalian semua berkumpul di sini, apalagi dengan membawa pasangan masing-masing," ucap Tuan Markus sambil mengedarkan pandangan. "Sekarang, mari kita makan. Aku tidak mau dua calon cicitku di perut Moza lapar, karena terlalu lama menunggu."Moza tersenyum haru mendengar perhatian sang kakek. "Terima kasih, Opa," jawabnya lembut.Rombongan keluarga besar itu pun beranjak menuju ruang makan yang megah. Di sana, Thalia bersama beberapa pelayan sudah berdiri siaga di samping meja panjang yang dipenuhi hidangan istimewa. Aroma lezat dari berbagai masakan menggoda selera, menciptakan suasana hangat di Mansion Limantara.Mereka mulai menempati kursi masing-masing. Reva, yang masih merasa sedikit asing dengan kemegahan ini, memilih duduk di samping Moza untuk mencari ketenangan. Setelah semua duduk, Tuan Markus memberikan isyarat."Sil

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Menguji Kepatuhanmu

    Mendengar tantangan yang dilemparkan Dastan, Moza merasakan getaran halus yang menjalar di punggungnya. Namun, sorot matanya justru memancarkan tekad baja.Ia tahu betul bahwa satu-satunya cara untuk bertahan adalah dengan menyerah. Hanya dengan tunduk pada pimpinan keluarga Limantara, dia bisa memp

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Di Bawah Kendaliku

    Tanpa sadar, Moza melamun memikirkan status barunya sebagai pelayan pribadi Dastan. Status tersebut terdengar lebih seperti hukuman di dalam menara emas, mengingat betapa berbahayanya kedekatan dengan pria itu.Lamunan Moza begitu dalam, hingga ia baru tersadar saat Abigail meletakkan kepala di bah

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Bagaikan Nyonya

    Sebelum Moza masuk ke kamar mandi, Dastan bergerak ke sofa dan meraih sebuah gaun berwarna merah muda. "Tadi pagi, aku menyuruh Nuri mengambilkan pakaianmu dari paviliun. Bisa kau pakai setelah mandi," ujarnya sembari menyodorkan gaun itu.Sedikit terkejut oleh perhatian Dastan. Moza akhirnya mener

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Ciuman di Tepi Kolam Renang

    “Tolong, Moza tercebur di kolam renang!” pekik Lira pura-pura kalut.Di dalam air, naluri bertahan hidup Moza langsung bangkit. Ia berjuang melawan rasa dingin yang begitu cepat menyergap. Batinnya menjerit, meski tak ada suara yang keluar selain gelembung udara.Dengan sekuat tenaga, Moza mengayun

    last updateLast Updated : 2026-03-20
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status