Cahaya matahari pagi menyelinap masuk melalui celah gorden, tepat mengenai kelopak mata Saras. Ia mengerjap, mencoba mengumpulkan kesadaran yang masih tertinggal di alam mimpi. Namun, saat ia mencoba berbalik badan, ia merasa ada sesuatu yang berat dan hangat melingkar di pinggangnya.Saras tersentak kecil saat menyadari wajah Dennis hanya berjarak beberapa sentimeter dari hidungnya. Dennis masih terlelap, napasnya teratur, dan rambutnya yang biasanya rapi kini mencuat ke segala arah seperti sarang burung.Saras terdiam sejenak, memandangi wajah suaminya. Oh, benar, kami sudah menikah, batinnya. Namun, rasa romantis itu mendadak buyar saat perutnya tiba-tiba berbunyi sangat nyaring, kruyuk!, memecah keheningan pagi.Dennis bergerak. Matanya terbuka perlahan, tampak linglung. "Pagi..." gumamnya dengan suara khas bangun tidur yang sangat serak."Pagi," jawab Saras kaku, mencoba menarik selimut lebih tinggi untuk menutupi rasa canggungnya.Dennis mencoba duduk, tapi ia baru sadar kalau
Read more