Saras merasakan punggungnya menegang. Ia mengenali wajah itu, mantan istri Dennis yang berselingkuh. Dennis tidak langsung menoleh. Ia meletakkan pisaunya perlahan, mengusap sudut bibirnya dengan serbet, baru kemudian mendongak. Matanya yang tadi tenang kini berubah sedingin es yang paling pekat."Clarissa," sapa Dennis pendek. Tidak ada kemesraan, tidak ada keramahan. Hanya nada datar yang penuh ancaman. Clarissa tertawa kecil, suara tawanya terdengar merdu namun menusuk. Matanya kemudian beralih pada Saras, menelitinya dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan tatapan merendahkan."Jadi ini pengantin barumu itu?" Clarissa melangkah mendekat, sengaja meletakkan tangannya di sandaran kursi Dennis dengan pose yang sangat intim. Dennis tiba-tiba meraih tangan Saras di atas meja, menggenggamnya dengan sangat erat, hampir terlalu erat."Perkenalkan, Clarissa. Ini Saras, istriku," ucap Dennis dengan penekanan yang tajam pada kata terakhir. "Dan Saras, ini hanya seseorang dari masa lalu
اقرأ المزيد