Muniratri duduk di kursi yang berhadapan dengan milik Kamakarna. Matanya yang sembab tak menghalangi wanita itu untuk mengawasi sang Putra Mahkota Badra, meski dengan tatapan nanar.“Yang Mulia,” seru Ganendra.Muniratri menggigit bibir. Ia mengepalkan tangan, sementara ibu jarinya menggosok-gosok jari telunjuk.“Yang Mulia!” Ganendra mengetuk pintu masuk Gedhong Prabayekti.Muniratri mengambil botol yang ia sembunyikan di balik pakaian. Dia mengarahkan benda itu di dekat hidung Kamakarna, untuk menyadarkannya.Saat sang Putra Mahkota mengerjapkan mata, meneteskan minyak wangi di telapak tangan. Ia menangkup wajah Kamakarna, sehingga aroma obat yang diberikan pada lelaki itu tersamarkan.“Raden Ayu, kenapa wajahmu murung begitu?” Kamakarna meraih tangan Muniratri yang menangkup wajahnya.Muniratri membuang muka. “Yang Mulia bilang ingin bersama saya. Namun saat kita benar-benar bersama, Anda malah ketiduran.”Kamakarna mengulurkan tangan, berusaha meraih pundak wanita itu. Sayang, saat
Last Updated : 2025-12-18 Read more